Bagikan:

JAKARTA - Hyundai berencana membawa robot humanoid bernama Atlas ke pabriknya di Georgia tahun 2028, dan menggantikan sebagian pekerja di pabrik tersebut.

Mengutip dari laman Carscoops, Rabu, 7 Januari, ini merupakan perkembangan yang menarik, terutama di negara yang ingin menghidupkan kembali pekerjaan pabrik, yang muncul justru, setidaknya sebagian, adalah tenaga kerja yang mekanis, dapat diprogram, dan tak kenal lelah.

Disebutkan, langkah Hyundai ini menanggapi tekanan untuk manufaktur dalam negeri, tetapi juga menyoroti bagaimana definisi "pekerjaan" sedang bergeser.

Seperti diketahui, Atlas berasal dari Boston Dynamics, perusahaan robotika yang agak "menakutkan" yang dibeli Hyundai pada tahun 2021. Versi ini dibangun untuk bekerja. Ia memiliki tangan seukuran manusia dengan sensor taktil, sendi yang dapat berputar penuh, dan kemampuan untuk mengangkat hingga 50 kg.

Pada awalnya, Atlas tidak akan memasang roda pada mobil atau memasang dasbor. Robot ini akan mulai dengan penataan komponen, yang pada dasarnya berarti memindahkan dan mengatur komponen sebelum dipasang.

Pada tahun 2030, Hyundai memperkirakan robot-robot ini akan menangani tugas perakitan yang lebih kompleks, setelah terbukti dapat melakukannya dengan aman dan andal.

Hyundai memasarkan ini sebagai kolaborasi, bukan penggantian. Robot-robot tersebut menangani pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berbahaya, sementara manusia fokus pada pengawasan, pelatihan, dan pekerjaan tingkat tinggi.

Hyundai bukanlah satu-satunya merek yang memanfaatkan ide ini. Tesla sedang mengembangkan robotnya sendiri dan tahun ini Mercedes mulai menguji robot humanoidnya sendiri di pabriknya di Berlin.