JAKARTA - Dengan segala pencapaiannya sebagai salah satu produsen mobil listrik terbesar dunia serta produsen baterai terbesar kedua di dunia, BYD wajar dirumorkan tengah mengembangkan mobil terbang.
Rumor ini awalnya mencuat di negara asalnya China.
Menyikapi rumor tersebut BYD akhirnya angkat bicara, melalui GM NEV BYD, Li Yunfei. Ia mengatakan bahwa rumor tersebut tidak benar adanya, seperti diungkapkan di Weibo.
"Kami tidak memiliki rencana atau pengaturan seperti itu. Dalam menghadapi lalu lintas daring, kita harus menahan diri," ungkapnya, dikutip CNevpost, Senin 29 Desember.
BACA JUGA:
Pada akhir pekan, sebuah video berdurasi 12 detik yang beredar luas—yang diduga dihasilkan oleh AI—mengeklaim bahwa sub-merek ultra-mewah BYD, Yangwang, akan meluncurkan mobil terbang bernama Ufly dan menggunakan teknologi pengisian daya ultra cepat milik BYD.
Bahkan sebuah narasi beredar dan dipublikasikan di beberapa akun WeChat mengklaim bahwa Yangwang Ufly telah menyelesaikan uji penerbangan lintas laut dan memperoleh sertifikasi kelaikan terbang dari Administrasi Penerbangan Sipil China.
Tak hanya itu saja, kabar tersebut juga mengeklaim bahwa mobil terbang tersebut menempuh jarak 136 kilometer hanya dalam 23 menit selama demonstrasi bulan Juli, terbang dari Zhuhai ke Shenzhen.
Informasi tersebut tampak jelas salah, karena BYD tidak pernah mengumumkan rencana terkait hal itu, dan mendapatkan sertifikasi kelaikan terbang adalah proses yang panjang.
Meskipun BYD tidak mengembangkan mobil terbang, beberapa produsen mobil China seperti Xpeng telah memasuki bidang ini, bertaruh pada area pertumbuhan potensial baru.