JAKARTA — Pemerintahan Trump meluncurkan proposal kontroversial yang akan memangkas standar efisiensi bahan bakar secara signifikan di Amerika Serikat. Namun, di tengah perdebatan iklim, proposal ini membawa kejutan yang mungkin disukai para penggemar otomotif yaitu potensi kembalinya Station Wagon—mobil keluarga klasik yang populer di tahun 70-an dan 80-an.
Diketahui, mobil station wagon adalah varian sedan dengan atap yang memanjang hingga ke belakang, menciptakan ruang bagasi yang lebih luas dan menyatu dengan kabin penumpang. Kendaraan ini praktis karena mengombinasikan kenyamanan berkendara seperti sedan dengan kapasitas bagasi yang lebih besar, cocok untuk keluarga atau kegiatan yang membutuhkan banyak barang
Pihak Gedung Putih mengeklaim bahwa pelonggaran regulasi ini akan memungkinkan produsen mobil untuk menyegarkan kembali model yang hampir punah dari pasar AS.
Melansir Reuters, Jumat, 5 Desember, Sekretaris Transportasi, Sean Duffy, secara terbuka menyuarakan optimisme ini.
"Aturan ini benar-benar akan memungkinkan Anda membawa kembali station wagon 1970-an, mungkin sedikit panel kayu di samping," kata Duffy dalam wawancara dengan CNBC.
"Kami bisa mengembalikan pilihan kepada konsumen, jadi ya, minivan memang luar biasa, tetapi mungkin station wagon juga keren," tambahnya.
BACA JUGA:
Mengapa Station Wagon Hilang?
Departemen Transportasi (NHTSA) menjelaskan bahwa regulasi efisiensi bahan bakar sebelumnya secara tidak terduga hampir menghilangkan produksi station wagon.
Ini karena Station Wagon dikategorikan sebagai mobil penumpang (cars), yang diminta menerapkan standar efisiensi yang lebih ketat.
Sementara, Minivans dan Crossover Utility Vehicles (CUVs), yang kini mendominasi pasar, diklasifikasikan sebagai truk ringan (light trucks), sehingga memiliki standar yang lebih longgar.
Alahasil, produsen mobil "The Detroit Three" (GM, Ford, Fiat Chrysler) mengakhiri produksi station wagon ukuran penuh pada pertengahan 1990-an, meskipun model yang lebih kecil bertahan hingga tahun 2008.