Bagikan:

JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan datang dari Volvo. Merek otomotif asal Swedia ini dikabarkan akan memangkas jajaran produknya di Amerika Serikat, seiring dinamika tarif impor yang naik-turun dan perubahan tren pasar.

Mengutip laporan Carbuzz, Rabu, 20 Agustus, Volvo disebut hanya akan mempertahankan model yang diyakini masih punya daya tarik kuat di Negeri Paman Sam. Padahal, selama bertahun-tahun Volvo dikenal konsisten menawarkan station wagon yang elegan dan sedan premium yang menonjolkan kenyamanan tanpa harus mengorbankan karakter sporty.

Namun, situasi tampaknya akan berubah. Menurut Automotive News, setelah tahun model 2026 Volvo hanya akan menjual SUV di pasar AS. Dengan kata lain, sedan S90 serta station wagon V60 dan V90 Cross Country akan dihentikan penjualannya. Satu-satunya pengecualian adalah V60 Cross Country, yang secara karakter lebih menyerupai SUV tinggi ketimbang wagon klasik.

“Kami tidak akan lagi menawarkan S90 dan V60 di AS setelah tahun fiskal 2026. Khusus V60, hanya varian Cross Country yang tetap tersedia. Penjualan S90 sendiri sudah kami hentikan setelah tahun fiskal 2025,” ujar juru bicara Volvo.

Lebih lanjut, pihak Volvo mengakui bahwa kebijakan tarif memang berperan dalam keputusan ini. Namun faktor lain yang lebih dominan adalah turunnya minat konsumen terhadap sedan, sementara permintaan SUV justru terus melonjak. “Untuk V60, fokus kami kini pada varian Cross Country yang lebih diminati pasar AS,” tambahnya.

Keputusan ini menandai akhir dari sebuah era. Volvo dikenal sebagai salah satu pabrikan terakhir yang masih setia menghadirkan lini wagon di AS, ketika hampir semua pesaing premium sudah lebih dulu menyerah.

Meski terasa mengecewakan bagi penggemar wagon dan sedan, langkah Volvo ini sebenarnya hanya mempercepat tren yang sudah terjadi: pasar otomotif AS semakin didominasi crossover dan SUV, sehingga pilihan konsumen kian menyempit.