JAKARTA – Sebuah video viral yang menampilkan dua influencer membongkar bagian interior Jeep Recon EV di Los Angeles Auto Show 2025 memicu respons tegas dari perusahaan induk Stellantis. Aksi tersebut dianggap merugikan citra model listrik baru itu, terlebih karena dilakukan saat unit yang dipamerkan masih berupa kendaraan prototipe.
Insiden bermula ketika saluran The Middle Lane mengunggah video saat dua kreatornya melepas panel plastik konsol tengah, bagian atas kluster instrumen digital, memeriksa celah panel pintu, hingga menggoyang layar infotainment.
Mereka mengklaim ingin mengetahui konsistensi kualitas bangun, termasuk seberapa solid interior ketika digunakan berkendara offroad. Video itu dengan cepat menarik perhatian publik, menembus lebih dari satu juta penayangan.
Para kreator juga menyebut bahwa mereka berharap kualitas perakitan lebih baik untuk sebuah mobil listrik yang diperkirakan akan dijual sekitar 65 ribu dolar AS (sekitar Rp1 miliar) tersebut. Pihak Stellantis pun langsung memberikan tanggapan perihal video tersebut.
Senior Vice President Communications North America di Stellantis Kaileen Connelly, memberikan klarifikasi bahwa unit yang dibongkar adalah show car pra-produksi yang dirakit khusus untuk keperluan pameran.
“Kendaraan yang dimaksud adalah show car praproduksi, dibangun untuk acara dan pameran, bukan untuk menunjukkan kualitas akhir, daya tahan, atau integritas material,” ujarnya dilansir dari Carscoops, Rabu, 3 Desember.
"Tindakan yang diambil untuk membongkar Jeep Recon baru yang dipamerkan di LA Auto Show bersifat merusak dan tidak profesional,' tambahnya.
BACA JUGA:
Pendiri The Middle Lane Luke Miani, kemudian menolak tudingan bahwa tindakan mereka bersifat merusak. Menurutnya, panel interior memang terpasang longgar.
“Saya ingin membantah klaim bahwa ini perbuatan destruktif, karena klip-klip tertentu di interior longgar dan bagian tersebut mudah lepas hanya dengan tangan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya justru berharap versi produksi Jeep Recon nantinya memiliki kualitas bangun yang lebih baik. Menurut Miani, tujuan mereka hanyalah untuk berbagi pemikiran tentang berbagai mobil.
Viralnya, video tersebut juga memunculkan banyak reaksi di dunia maya. Beberapa komentator menyatakan kekecewaan atas apa yang mereka anggap sebagai pengerjaan yang buruk, dan menyalahkan Stellantis. Yang lain membela produsen mobil tersebut, dengan menyatakan bahwa kendaraan tersebut merupakan unit demo praproduksi yang dibawa ke LA untuk pameran.