Bagikan:

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Toyota Australia yang memastikan akan menghentikan penjualan Toyota Fortuner pada pertengahan 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal menunjukkan bahwa posisi Fortuner di pasar semakin mengecil seiring perubahan arah preferensi konsumen di segmen SUV Australia.

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia Sean Hanley, menjelaskan bahwa Fortuner tetap memiliki kelompok pengguna yang loyal, namun secara keseluruhan permintaannya terus menurun.

“Fortuner telah menjadi produk yang baik bagi kami selama bertahun-tahun dan memiliki basis pelanggan yang kecil tetapi antusias. Namun, dengan pergeseran preferensi konsumen di Australia, kami mengambil keputusan untuk menghentikan Fortuner,” ujarnya dilansir Drive, Senin, 10 November.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Fortuner mencatat 2.928 unit terjual. Angka tersebut terpaut jauh dari para pesaing utama seperti Ford Everest yang mencapai 21.915 unit, serta Isuzu MU-X dengan total 12.499 unit pada periode yang sama.

Toyota Australia juga menyampaikan bahwa banyak pelanggan yang sebelumnya memilih Fortuner kini beralih ke model lain di lini Toyota.Meski dihentikan, Toyota menilai perjalanan Fortuner di Australia tetap sesuai tujuan awal.

“Sebagian besar dari mereka kembali ke HiLux, atau pindah ke Land Cruiser Prado maupun Land Cruiser 300,” kata Hanley.

“Kami tidak melihat masa Fortuner di Australia sebagai kegagalan. Setiap produk yang kami pasarkan memiliki perannya. Fortuner memainkan peran yang kami tahu tidak akan menjadi model Toyota paling laris,” lanjutnya.

Hingga kini Toyota belum menyiapkan pengganti langsung untuk Fortuner. Fokus perusahaan disebut tengah mengarah pada penguatan model lain yang dianggap lebih relevan dengan kebutuhan pasar Australia saat ini.