Bagikan:

JAKARTA – Anak perusahaan dari XPENG Motors, yakni AEROHT, resmi meluncurkan unit pertama dari kendaraan terbang modular produksi massal. Langkah ini menandai dimulainya jalur produksi massal pertama di dunia untuk kendaraan terbang dengan desain modular.

Pabrik yang berlokasi di distrik Huangpu, Guangzhou, China, berdiri di atas lahan seluas sekitar 120 ribu meter persegi dan dirancang khusus untuk memproduksi kendaraan terbang modular yang terdiri dari dua bagian utama: kendaraan darat (mother vehicle) dan modul pesawat lepas landas vertikal atau eVTOL.

Melansir dari Carnewschina, Senin, 3 November, kendaraan terbang modular XPENG AEROHT memiliki konfigurasi tiga sumbu dengan enam roda, sistem penggerak semua roda (all-wheel drive), serta kemudi roda belakang (rear-wheel steering) yang meningkatkan stabilitas saat membawa beban modul udara.

Dengan panjang sekitar 5,5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter, pesawat ini muat di tempat parkir standar dan dapat dikendarai dengan SIM konvensional. Modul udaranya berupa desain elektrik, enam rotor, dan saluran ganda yang dilengkapi badan pesawat serat karbon dan bilah rotor, yang menyeimbangkan kekuatan dan bobot.

Kokpit panorama 270 derajat menawarkan pandangan yang luas selama penerbangan. Kendaraan ini juga dilengkapi sistem suspensi aktif dan kemampuan pengisian cepat, dengan waktu pengisian hingga penuh sekitar 30 menit menggunakan pengisi daya bertegangan tinggi.

Sementara itu, modul udara eVTOL dirancang dengan delapan baling-baling lipat yang memungkinkan lepas landas dan mendarat secara vertikal. Daya angkatnya dihasilkan oleh motor listrik bertenaga tinggi yang ditenagai baterai terpisah dari kendaraan darat.

Dalam mode terbang, kendaraan ini dapat mencapai kecepatan maksimum sekitar 130 km/jam dengan jarak tempuh udara sekitar 35 menit penerbangan pada kondisi optimal. Desain eVTOL ini juga memanfaatkan material serat karbon ringan dan aluminium penerbangan, sehingga tetap kokoh namun efisien secara aerodinamis.

Kabin dirancang untuk dua penumpang dan dilengkapi sistem kontrol otomatis yang memudahkan transisi antara mode darat dan udara hanya dengan satu tombol. Tahap pengiriman skala penuh dijadwalkan dimulai pada tahun 2026 setelah seluruh proses uji performa dan validasi manufaktur selesai dilakukan.

Berdasarkan pernyataan sebelumnya, harga model kendaraan terbang modular XPENG diperkirakan berada di bawah 2 juta yuan, atau sekitar Rp4,67 miliar. Direktur dan CEO XPENG He Xiaopeng, menyebut bahwa pabrik ini menjadi yang pertama di China sekaligus di dunia yang memproduksi kendaraan terbang modular dalam skala besar.

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Xpeng untuk menghadirkan solusi mobilitas udara yang lebih efisien dan aman bagi masyarakat. Teknologi modular yang digunakan memungkinkan kendaraan darat membawa modul udara yang dapat dilipat dan dilepas.

Modul tersebut dapat berfungsi sebagai pesawat eVTOL yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, memberikan fleksibilitas tinggi bagi penggunanya untuk berpindah antara jalur darat dan udara. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi berbasis GPS, radar penghindar rintangan, serta sistem autopilot terintegrasi yang membantu dalam pengendalian selama fase lepas landas dan pendaratan.

Dengan beroperasinya jalur produksi ini, XPENG AEROHT memantapkan posisinya sebagai pelopor dalam industri kendaraan terbang global. Meski begitu, tantangan regulasi dan infrastruktur masih menjadi fokus utama, terutama terkait keselamatan penerbangan rendah dan kesiapan penerapan massal di masa depan.