Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah China sedang bersiap untuk menstandarkan penamaan baterai “semi-solid-state” yang populer dalam industri kendaraan listrik (EV) China. Baterai jenis ini akan segera secara resmi disebut sebagai “solid-liquid batteries” (baterai padat-cair), menurut laporan dari Yicai, sebagaimana diteruskan CarNewsChina, Selasa, 28 oktober.

Perubahan penamaan ini bertujuan untuk mengurangi kebingungan antara teknologi semi-solid-state dan fully solid-state (baterai full padat), yang keduanya menarik minat besar di tengah pesatnya ekspansi industri EV Tiongkok.

Baterai padat-cair mengandung elektrolit padat dan cair, di mana komponen padat biasanya mencakup lebih dari 90 persen. Desain ini dianggap lebih aman dan memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, serta tetap kompatibel dengan lini produksi yang sudah ada. Baterai ini secara luas dipandang sebagai langkah transisional menuju sistem full solid-state, yang masih menghadapi tantangan besar dalam hal material, biaya, dan produksi skala besar.

Pasar Baterai Solid-State Melonjak

Usulan perubahan nama ini muncul di tengah aktivitas pasar yang intensif. Indeks Baterai Solid-State China (BK0968) hampir berlipat ganda dari 1.288,8 menjadi 2.426,32 poin antara 9 April hingga 9 Oktober, sebelum ditutup pada 2.277,83 pada 24 Oktober. Para analis mengaitkan lonjakan harga saham ini dengan percepatan dukungan kebijakan pemerintah dan kemajuan penelitian yang terlihat nyata.

Pada Februari lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dan tujuh departemen pemerintah lainnya mencantumkan baterai solid-state sebagai prioritas penelitian nasional utama. Sejak saat itu, otoritas pusat dan daerah berulang kali menekankan pentingnya teknologi ini dalam berbagai dokumen kebijakan, konferensi, dan standar industri.

Target Komersialisasi Massal 2025

Sejumlah produsen otomotif terkemuka Tiongkok, termasuk IM Motors, Roewe, dan MG (semua di bawah SAIC), berencana memperkenalkan kendaraan yang dilengkapi dengan baterai semi-solid—atau kini disebut solid-liquid—mulai tahun 2025. Tahun 2025 bahkan sering disebut oleh analis sebagai “tahun pertama instalasi massal” teknologi ini.

Dalam tiga tahun berikutnya, teknologi baterai solid-liquid diharapkan akan meluas dari model premium ke model kelas menengah dan berpotensi mencapai segmen harga di bawah 200.000 yuan ataru setara Rp467 juta.

Meskipun demikian, baterai solid-liquid masih menghadapi tantangan, termasuk biaya produksi yang lebih tinggi dan efisiensi pengisian daya yang lebih rendah dibandingkan paket lithium-ion konvensional. Analis memperkirakan isu-isu ini akan membaik seiring peningkatan skala produksi dan pematangan material.