JAKARTA - Di tengah melambatnya penjualan mobil di Indonesia akibat kondisi ekonomi global dan domestik yang belum pulih sepenuhnya, penjualan ban justru menunjukkan tren positif. Hingga tahun ini, penjualan ban tercatat naik sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno. Dia mengungkapkan, pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pasar replacement atau penggantian ban, sementara penjualan ke pasar original equipment manufacturer (OEM) alias pabrikan otomotif dan ekspor relatif stabil.
“Memang pasar otomotif tahun ini belum begitu baik karena faktor global dan ekonomi dalam negeri. Namun dari sisi replacement market, performanya masih cukup baik, sekitar tujuh sampai delapan persen lebih tinggi dari tahun lalu,” ujar Mukiat di Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober.
Ia menambahkan, pihaknya tetap menargetkan pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi pada tahun mendatang, seiring harapan akan adanya perbaikan situasi ekonomi nasional.
“Targetnya tentu kita ingin naik terus. Harapan kami pada 2026, dengan adanya perubahan dan kebijakan yang lebih positif dari Kementerian Keuangan dan dukungan terhadap daya beli konsumen, pasar bisa bergerak lebih baik,” jelasnya.
BACA JUGA:
Optimisme itu didorong oleh ekspektasi bahwa sektor otomotif akan kembali bergairah jika kebijakan fiskal dan insentif untuk konsumen diarahkan secara tepat.
“Kami melihat peluang pertumbuhan di pasar ritel, khususnya segmen penggantian ban, masih sangat besar. Asal kebijakan dan kondisi ekonomi mendukung, kami yakin penjualan akan semakin positif,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ekspor Bridgestone telah menjangkau lebih dari 70 negara. Meski begitu, pasar ekspor berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total penjualan. Sedangkan sekitar 70 persen penjualan Bridgestone Indonesia masih mengandalkan pasar domestik, dari OEM dan juga pergantian ban.