Bagikan:

JAKARTA – Nissan kembali menghadapi masalah serius terkait keamanan kendaraan listriknya, Leaf. Produsen asal Jepang itu melakukan penarikan kembali (recall) terhadap sekitar 43.000 unit Leaf di Amerika Serikat setelah ditemukan potensi kebakaran pada baterai saat melakukan pengisian daya cepat (DC fast charging).

Menurut dokumen dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), baterai voltase tinggi pada beberapa unit Leaf diduga memproduksi endapan litium berlebihan di dalam sel baterai. Kondisi tersebut meningkatkan hambatan listrik internal yang dapat menyebabkan panas berlebih, dan dalam kasus ekstrem, berisiko memicu kebakaran.

Recall terbaru ini mencakup 19.077 unit Leaf yang diproduksi antara 15 Juni 2021 hingga 23 Mei 2023. Jumlah tersebut menambah penarikan sebelumnya terhadap 23.887 unit model tahun 2019 dan 2020. Dengan demikian, total kendaraan yang terdampak mencapai hampir 43.000 unit, meliputi baterai berkapasitas 40 kWh dan 62 kWh yang diproduksi di pabrik Nissan di Smyrna, Tennessee.

Nissan awalnya menjadwalkan perbaikan melalui pembaruan perangkat lunak pada November 2024. Namun, jadwal tersebut tertunda hingga musim semi 2025 dan kini diperkirakan baru siap pada kuartal ketiga 2025.

Selama proses ini, pemilik kendaraan diminta untuk tidak menggunakan pengisian cepat dan beralih ke pengisian Level 1 atau Level 2 untuk menghindari risiko. Juru Bicara Nissan, Jannelle Grigsby, mengatakan perusahaan tengah menyiapkan solusi jangka panjang.

“Solusi perangkat lunak akan tersedia sehingga pelanggan yang terdampak dapat kembali menggunakan pengisian cepat Level 3, dan persiapan akhir untuk penerapannya sedang dalam proses,” ujar Jannelle Grigsby, dikutip dari Insideevs, Selasa, 7 Oktober.

“Surat undangan perbaikan akan dikirimkan kepada pelanggan ketika perangkat lunak tersebut siap digunakan," lanjutnya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap sistem manajemen baterai pada kendaraan listrik, terutama saat melakukan pengisian cepat. Nissan berjanji akan menyediakan pembaruan perangkat lunak secara gratis melalui diler resmi setelah perbaikan dinyatakan aman, beruntung belum ada laporan resmi mengenai kejadian serupa di luar Amerika Serikat.