Bagikan:

JAKARTA – Xiaomi semakin membuktikan diri sebagai pemain baru yang serius di dunia kendaraan listrik. Setelah mencatat sukses besar lewat debut model SU7 di China, pabrikan teknologi asal Negeri Tirai Bambu itu kembali meraih sambutan positif melalui model keduanya, YU7.

Kini, ambisi Xiaomi tidak lagi sebatas pasar domestik. Mengutip laporan CNevpost, Rabu, 20 Agustus, Xiaomi resmi mengumumkan langkah ekspansi ke luar negeri dengan menjadikan Eropa sebagai pasar internasional pertamanya pada 2027. Keputusan ini menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya perusahaan menyebutkan target pasar global bagi lini mobil listriknya.

Rencana besar tersebut diungkap langsung oleh Presiden Xiaomi, William Lu, dalam panggilan pendapatan terbaru. Ia menegaskan bahwa perusahaan sedang berada dalam tahap riset dan persiapan intensif untuk membawa merek Xiaomi EV menembus pasar global.

Sebenarnya, sinyal itu sudah terlihat sejak MWC 2025 di Barcelona pada Maret lalu. Dalam wawancara dengan media lokal, Lu mengungkap ambisi Xiaomi EV menjual produk di luar negeri pada 2027. Bahkan pada 5 Juli, ia sempat memamerkan foto SU7 Ultra berpelat Jerman di akun Weibo pribadinya. Mobil tersebut disebut sebagai unit eksperimental pertama Xiaomi yang resmi terdaftar di Eropa.

Meski begitu, tantangan Xiaomi di pasar dalam negeri masih besar. Permintaan yang melonjak drastis membuat produksi tak mampu mengimbangi, sehingga waktu tunggu pengiriman kini mencapai 41 minggu untuk SU7 dan bahkan 58 minggu untuk YU7.

Namun, angka penjualannya tetap mencengangkan. SU7 berhasil menyalip Tesla di China, dengan total lebih dari 30.000 unit terjual hanya dalam tiga bulan (April–Juni 2025). Pada April saja, Xiaomi mampu melepas 7.058 unit SU7, mengungguli Tesla Model 3 yang hanya mencatat 5.065 unit.

Dengan pencapaian gemilang di pasar domestik dan rencana besar menembus Eropa, Xiaomi tampaknya siap mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru di industri kendaraan listrik global.