Bagikan:

JAKARTA - Produsen otomotif dari Swedia, Volvo Cars mencatat penjualan pada Juni 2025 sebesar 62.858 unit atau alami penurunan hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama.

Penurunan tersebut diikuti oleh penjualan lini elektrifikasinya, terdiri dari Electric Vehicle (EV) dan Plug-In Hybrid (PHEV) hingga 19 persen.

Melansir dari laman resmi Volvo, Kamis, 3 Juli, pangsa penjualan mobil listrik berhasil menyumbang hingga 22 persen dari jumlah keseluruhan dan gabungan lini elektrifikasi (EV dan PHEV) berkontribusi sampai 44 persen.

Wilayah Eropa memberikan kontribusi terhadap penjualan Volvo sebesar 31.547 unit pada bulan lalu atau turun mencapai 14 persen dengan hasil di segmen elektrifikasi menurun 21 persen atau 19.057 unit.

Pasar China turut menyumbang pasar sebesar 13.569 unit atau turun 3 persen serta lini elektrifikasi sebanyak 1.068 unit atau turun 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian, salah satu pasar terbesar Volvo yakni Amerika Serikat (AS) menyumbang penjualan hingga 8.627 unit atau turun 7 persen dengan segmen elektrifikasi menghasilkan 3.167 unit (turun 4 persen).

Selama bulan Juni 2025, kendaraan terlaris dari brand Volvo masih dipegang oleh XC60 sebesar 20.706 unit, diikuti oleh gabungan model XC40 dan EX40 dengan total 15.442 unit, dan XC90 hingga 8.842 unit.

Selama paruh pertama tahun ini, Volvo berhasil bukukan penjualan sebesar 353.780 unit atau anjlok hingga 9 persen dibandingkan tahun lalu pada tempo yang sama.