Bagikan:

JAKARTA - Brand otomotif dari Inggris, Mini telah resmi memperbanyak lini kendaraan listrik di Indonesia dengan membawa All Electric Cooper 3-door, All Electric Countryman, hingga All Electric Aceman pada tahun lalu.

Tiga model tersebut menandai langkah komitmen dari Mini untuk menghadirkan lebih banyak kendaraan ramah lingkungan yang sejalan dengan komitmen perusahaan induk, BMW Group.

Meskipun memiliki lini elektrifikasi, Mini masih menerima banyak permintaan model bermesin bensin dari pelanggan di pasar Indonesia.

Operation General Manager Plaza MINI, Arie Heriawan mengatakan pihaknya menargetkan penjualan dari lini EV sekitar 30 persen di Indonesia karena model bermesin ICE masih disukai hingga saat ini.

"Kalau dari Mini sih, kami menargetkan penjualan EV setidaknya 20-30 persen dari penjualan keseluruhan tahunan. Tentu saja karena pelanggan Mini itu lebih condong ke mesin konvensional," kata Arie saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa, 29 April.

Arie menjelaskan para pelanggan lebih tertarik pada model mesin ICE karena menyukai suara khasnya yang membuat pilihan tersebut masih menjadi primadona.

"Mereka suka suaranya mesin ICE dari Mini, jadi versi elektrik ini pendukung secara global. Apalagi soal EV, secara global sedang dicanangkan," tambah Arie.

Ia menjelaskan rata-rata pelanggan Mini versi listrik di pasar Indonesia telah memiliki kendaraan merek tersebut atau bertukar dari mesin bensin ke EV murni.

"Yang beli kendaraan listrik lebih banyak yg switching dari ICE ke EV atau pernah punya Mini sebelumnya. Apalagi, kami menyasar di pasar lebih segmented," jelas Arie.

Disamping menjual kendaraan listrik, Mini masih menjual model bermesin bensin untuk pasar tanah air mulai dari New Mini Cooper hingga New Mini Countryman.

Plaza MINI menjual New Mini Cooper dengan banderol harga mulai dari Rp1,160 miliar dan New Mini Countryman dipatok senilai Rp1,513 miliar On The Road Jakarta.