Bagikan:

JAKARTA - Jaguar Land Rover (JLR) terpaksa mengambil langkah dengan menyetop sementara semua ekspor mobil ke Amerika Serikat, dikarenakan Presiden Donald Trump menekankan tarif 25 persen untuk semua mobil dan suku cadang impor.

Berdasarkan laporan dari Carscoops, dikutip Selasa, 8 April, JLR mengeklaim bahwa Amerika Serikat merupakan pasar penting bagi merek mewah perusahaan.

"Kami memberlakukan tindakan jangka pendek termasuk penghentian sementara pengiriman pada bulan April, sembari mengembangkan rencana jangka menengah hingga jangka panjang, "ungkap juru bicara perusahaan kepada Bloomberg.

JLR sendiri membagikan laporan terbaru di mana Amerika menyumbang hampir seperempat dari 430.000 kendaraan yang terjual antara Maret 2023 hingga Maret 2024.

Setelah membukukan penurunan laba kuartalan sebesar 17 persen pada bulan Januari, perkembangan ini terjadi pada saat yang tidak tepat bagi produsen mobil Inggris tersebut. Apalagi saat ini modelnya sedang banyak dilirik untuk menyaingi Mercedes dan BMW,

Oleh karena itu, menghentikan pengiriman untuk sementara waktu hingga manajemen dapat menyusun strategi yang kohesif dalam situasi baru ini tampaknya merupakan keputusan yang bijaksana.

Namun demikian, menurut laporan dari The Times, Jaguar Land Rover masih memiliki stok mobil di dealer-dealer AS yang cukup untuk beberapa bulan ke depan dan belum akan terdampak oleh tarif baru tersebut.