JAKARTA – OJK mulai mengandalkan investor domestik untuk menahan guncangan pasar saham Indonesia di tengah derasnya arus modal asing keluar.
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan investor dalam negeri menjadi strategi penting agar pasar modal tidak mudah terguncang saat tekanan global meningkat.
“Kalau terjadi guncangan di luar, market kita tetap lebih stabil,” kata Friderica Widyasari yang akrab dipanggil Kiki ini di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 5 Mei.
Menurut Kiki, jumlah investor pasar modal Indonesia dalam setahun terakhir bertambah sekitar 5 juta single investor identification (SID). Kenaikan itu dinilai penting untuk memperdalam pasar domestik.
OJK melihat ketergantungan pasar saham terhadap dana asing masih cukup besar. Karena itu, pendalaman pasar terus didorong agar pergerakan IHSG tidak terlalu rentan terhadap sentimen eksternal.
BACA JUGA:
Di sisi lain, tekanan global belum benar-benar mereda. Kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik masih memicu outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, Kiki menilai pergerakan IHSG mulai menunjukkan pola yang lebih sehat. Ia menyebut pergerakan indeks kini lebih sejalan dengan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.
“Saham-saham sekarang pergerakannya sudah lebih ke fundamental,” ujarnya.
OJK juga terus melakukan pembenahan pasar modal, mulai dari transparansi data investor hingga penguatan likuiditas saham melalui aturan free float.
Menurut Kiki, dampak dari pembenahan itu memang bisa memicu penyesuaian jangka pendek di pasar. Namun, OJK menilai langkah tersebut diperlukan agar fondasi pasar modal Indonesia lebih kuat dalam jangka panjang.