JAKARTA – Kebijakan pangkas anggaran di berbagai sektor yang dilakukan pemerintah telah menjadi kontroversi yang ramai di dalam negeri. Kebijakan ini juga baru saja diterapkan Ford Motor Company dengan mengambil langkah berani dalam upaya meningkatkan kinerja dengan memangkas biaya operasional.
Raksasa otomotif Amerika Serikat ini baru saja mengumumkan pemangkasan bonus saham bagi sekitar 1.650 manajer tingkat menengah dari total 3.300 manajer di seluruh dunia. Langkah ini akan menjadi ujian bagi kemampuan Ford untuk meningkatkan kinerja dan bersaing di pasar otomotif yang semakin kompetitif.
Keputusan ini, yang diungkapkan oleh enam sumber internal kepada Reuters, dikutip Rabu, 19 Februari, merupakan bagian dari strategi CEO Jim Farley untuk merestrukturisasi perusahaan agar lebih ramping dan kompetitif.
Disebutkan bonus saham, yang biasanya dibayarkan pada bulan Maret, kali ini akan diberikan secara selektif. Manajer senior telah diinstruksikan untuk memilih setengah dari staf manajer menengah mereka yang akan menerima bonus tersebut.
Juru bicara Ford menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk mendorong budaya kinerja tinggi yang menghargai dan memberi penghargaan kepada karyawan atas kontribusi bisnis mereka.
Langkah ini diambil di tengah tantangan yang dihadapi Ford, termasuk kinerja keuangan yang kurang memuaskan dibandingkan rivalnya, General Motors (GM). Saham Ford mengalami penurunan sekitar 23 persen selama setahun terakhir, sementara saham GM justru melonjak sekitar 23 persen berkat biaya yang lebih rendah dan keuntungan yang lebih tinggi. Ford juga berjuang dengan inefisiensi operasional, baik di divisi kendaraan listrik (EV) yang masih merugi maupun bisnis kendaraan berbahan bakar konvensional.
BACA JUGA:
Analis Morningstar, David Whiston, menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa Farley tidak puas dengan status quo dan ingin mendorong perubahan.
"Dengan kinerja profit yang terus di bawah GM, Farley mungkin tidak ingin mengatakan bahwa status quo pemberian bonus saham berkelanjutan untuk semua manajer dapat diterima," kata Whiston.
Ia menambahkan, "Ini bisa menjadi cara untuk membuat beberapa orang mengundurkan diri mengingat fokusnya pada manajer menengah."
Meskipun demikian, pemangkasan bonus saham ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan. Beberapa di antara mereka melihatnya sebagai cara bagi perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan dan bahkan mencari peluang kerja di perusahaan lain. Padahal, Farley sendiri baru-baru ini menekankan pentingnya mempertahankan talenta terbaik bagi daya saing perusahaan.
"Yang paling penting bagi saya adalah talenta terbaik dan budaya terbaik," kata Farley kepada analis bulan ini, seraya menambahkan bahwa perusahaan tidak dapat meningkatkan hasil tanpa merekrut dan mempertahankan orang yang tepat.
Bonus saham merupakan bagian dari sistem kompensasi berbasis kinerja yang lebih besar, yang juga mencakup bonus tunai. Selain bonus saham, Ford juga menetapkan bonus perusahaan berdasarkan metrik seperti kualitas kendaraan, total pendapatan, dan penjualan EV.