Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Kementerian Kebudayaan, Kamis, 2 April. Dalam pelantikan itu, Fadli langsung menekankan disiplin kerja, efisiensi, dan keputusan cepat di tengah tekanan anggaran serta tuntutan kinerja yang makin tinggi.

Pelantikan digelar di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Fadli menegaskan jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan pengabdian kepada negara.

“Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan juga tuntutan kinerja yang makin tinggi, saya ingin menekankan pentingnya disiplin dalam bekerja dan pastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas dan terukur,” kata Fadli Zon.

Ia juga meminta jajaran yang baru dilantik memangkas prosedur yang tidak memberi nilai tambah. Menurut dia, efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai pembatasan kerja, tetapi cara untuk mengoptimalkan sumber daya dan mempercepat hasil.

“Pangkas prosedur yang tidak memberikan nilai tambah dan inefisiensi, perkuat efisiensi, koordinasi, percepat pengambilan keputusan yang berdampak nyata berdasarkan kompetensi dan integritas yang tinggi,” ujarnya.

Dalam arahannya, Menbud Fadli menyoroti empat pilar kebijakan kebudayaan, yakni internalisasi nilai pendidikan, ekonomi budaya, budaya sebagai soft power diplomacy, dan budaya sebagai binding power untuk mempererat persatuan bangsa. Ia juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan data dan aset budaya, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menambahkan, pejabat yang baru dilantik harus berjalan dalam arah yang sama. Menurut Sekjen, keselarasan itu penting agar setiap unit kerja tidak bergerak sendiri-sendiri.

“Kesamaan arah dan langkah menjadi kunci agar seluruh jajaran dapat bergerak secara selaras. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” kata Bambang.

Pelantikan ini juga disaksikan Sekjen Bambang Wibawarta dan Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, serta dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan.