Bagikan:

JAKARTA - Raksasa otomotif asal China yaitu BYD dikabarkan akan menghadirkan teknologi mengemudi pintar Navigate on Autopilot (NOA), untuk seluruh jajaranya pada tahun 2025 ini.

Mengutip dari laman Carnewschina, Senin, 20 Januari, tak hanya kendaraan yang bermain di segmen menengah hingga premium, dilaporkan juga mobil seperti model Seagull akan mendapatkan teknologi tersebut.

Seperti diketahui, produsen mobil yang berkantor pusat di Shenzhen ini tak tertandingi dalam penjualan kendaraan listrik baik di China maupun global, tapi tertinggal dalam hal perangkat lunak atau sistem ADAS.

Hanya ada beberapa mode BYD yang disematkan dengan teknologi canggih, terutama untuk model kelas atas. Namun, berdasarkan laporan dari media lokal 36kr, nantinya semua model akan disematkan teknologi pintar tersebut, baik dari dron DJI atau Huawei.

"Perusahaan siap mengirimkan algoritma ADAS yang dikembangkan sendiri ke seluruh jajaran modelnya, mulai dari Seagull dan Yangwang," tulis laporan tersebut.

Sebelumnya BYD telah membentuk tim untuk mengembangkan perangkat lunak mengemudi pintar yang beranggotakan 1.300 orang sejak 2023 lalu, dan perusahaan menginvestasikan angka yang luar biasa.

Tim yang dibentuk tersebut difokuskan untuk pengembangan pengemudian cerdas di perkotaan City Navigate on Autopilot (CNOA) dan pengemudian cerdas di jalan raya Highway Navigate of Autopilot (HNOA).

"Jika BYD berhasil menyematkan ADAS pada jajaran mobil listriknya tahun 2025 sesuai rencana, ini akan menjadi hal yang baik," bunyi laporan tersebut.

Tak dijelaskan apakah langkah ini juga diperuntukan untuk model global, maupun hanya pasar China setempat saja. Jika secara global, tentu menjadi hal yang menarik ditunggu. Terutama di Indonesia, dimana jenama ini sudah memiliki empat model andalan, termasuk MPV listrik M6.