Mulus di Laga Kedua, Pasangan Praveen-Melati Kini Ditantang Wakil Jepang Yuta-Arisa
Pasangan ganda campuran Melati Oktavianti dan Praveen Jordan harus percaya diri menghadapi wakil tuan rumah, jepang. (foto: dok. KOI)

Bagikan:

JAKARTA – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktvianti, menatap laga selanjutnya dengan mantap. Kemenangan di laga kedua Grup C, atas wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, 24-22 dan 21-19, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo , Minggu 25 Juli membuat kepercayaan diri Praveen dan Melati makin kuat. 

Keduanya bisa melalui pertarungan sengit, atas lawan yang  selama ini sering kali menyulitkan mereka berdua. “Kalau lawan mereka memang selalu ramai. Rekornya memang banyak kita menang, tapi poinnya mepet-mepet. Jadi nggak heran kaya gitu,” kata Melati. 

Praveen juga mengungkapkan hal sama. “Kita sudah enak dari pertama dan nggak mau kecolongan. Nggak kayak game kemarin kita ada kecolongan dan kita harus fokus terus,” tutur Praveen.

Dalam laga pertama di babak pertama, Sabtu, 24 Juli,  Praveen dan melatih memang dipaksa bermain tiga gim  oleh pasangan asal Australia, Gronya Somerville dan Simon Leung. Setelah sempat gim pertama kalah 20-22, namun akhirnya bisa membalikkan keadaan dan unggul, 21-17 dan 21-13. 

Konsistensi mereka dalam bermain akan kembali diuji dalam babak selanjutnya melawan pasangan tun rumah Jepang, Yuta Watanabe dan Arisa Higashino, pada Senin 26 Juli. 

“Yang pasti harus lebih siap. Besok lawan tuan rumah dan pasti nggak gampang. Jadi harus lebih dipersiapkan lagi, siap capek, fokusnya. Pokoknya semua, motivasi, komunikasi,” kata Melati. 

Kondisi dan atmosfer Olimpiade Tokyo yang digelar di tengah pandemi COVID-19 yang berlangsung tanpa penonton,  membuat keuntungan sebagai tuan rumah nyaris tak ada. Tanpa penonton, dukungan dari luar lapangan tak dimiliki oleh pasangan tuan rumah. Hal ini masih bisa dimanfaatkan oleh Melati dan Praveen. 

Namun sebagai pebulutangkis debutan di ajang sebesar Olimpiade terkadang membawa kendala tersendiri. Hal ini diakui oleh Melati tentang perburuan pertamanya untuk medali emas di ganda campuran bulutangkis. 

“Yang pasti nervous apalagi kemarin pas pertandingan pertama, aku lebih tegang. Mungkin karena ini Olimpiade yang sudah ditunggu selama lima tahun. Baru pertama kali juga jadi tegang banget. Kalau dia (Praveen) sudah kedua jadi sudah tahu. Tapi alhamdulillah kalau di lapangan buang dulu pikiran itu, enjoy saja,” ujar Melati.