JAKARTA - Pep Guardiola mengatakan dia tidak akan memberi saran kepada Manchester City tentang manajer mana yang harus menggantikannya.
Guardiola mengundurkan diri setelah pertandingan melawan Aston Villa pada Minggu, 24 Mei 2026, mengakhiri masa baktinya selama 10 tahun di Stadion Etihad.
Mantan bos Chelsea, Enzo Maresca yang juga mantan asisten Manchester City, ialah pilihan utama klub untuk menggantikannya.
Namun, Guardiola tidak mengharapkan untuk dimintai pendapatnya tentang penunjukan potensial apa pun dan telah menegaskan bahwa dia tidak boleh terlibat dalam pencarian pelatih berikutnya.
"Tidak akan berhasil jika hanya menjiplak dalam pekerjaan seperti ini. Anda harus unik, alami, dan menjadi diri sendiri, dan manajer baru akan menjadi dirinya sendiri," kata Guardiola.
BACA JUGA:
Sementara Manchester City sedang mempersiapkan transisi ke manajer baru, klub tersebut juga masih menunggu putusan kasus hukum mereka dengan Liga Inggris.
Guardiola telah berulang kali membela Manchester City sejak dikenai 115 tuduhan terkait dugaan pelanggaran keuangan pada Februari 2023.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengatakan dia tidak punya alasan untuk meragukan bahwa klub tersebut pada akhirnya akan dibebaskan.
"Karena saya percaya kepada mereka. Saya percaya kepada mereka! Karena saya berbicara dengan mereka dan saya percaya bagaimana mereka berperilaku dan bagaimana mereka bertindak."
"Jadi, apa yang terjadi akan ada penyelesaiannya. Saya percaya kepada mereka," ujar pelatih asal Spanyol itu.
Guardiola mengatakan dia berencana untuk beristirahat setelah pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Manchester City. Hanya saja, sebagai salah satu manajer klub paling berprestasi sepanjang masa, ia telah dikaitkan dengan pekerjaan di kancah internasional pada masa depan.
Ketika ditanya secara khusus apakah ia akan menyambut tawaran dari Inggris, ia tidak menampiknya, tetapi mengisyaratkan bahwa ia akan terlebih dahulu mengambil istirahat panjang dari sepak bola.
"Saya tidak punya rencana pasti tentang masa depan saya kecuali untuk beristirahat dan memulihkan waktu yang hilang bersama anak-anak saya ketika mereka tumbuh besar serta banyak hal belum saya lakukan, saya ingin lakukan."
"Jadi, saya tidak berpikir sedetik pun tentang apa pun yang berkaitan dengan sepak bola untuk waktu berikutnya, untuk tahun-tahun mendatang. Saya tidak memikirkannya."
"Saya perlu istirahat, saya perlu merenung. Setelah itu kita akan lihat apa yang terjadi. Saya tidak punya rencana, hanya untuk beristirahat dan melakukan banyak hal ingin saya lakukan yang belum saya lakukan pada masa lalu, hal-hal bodoh yang ingin saya lakukan," katanya.