Bagikan:

SLEMAN - Gelar juara Championship 2025/2026 sukses diamankan Garudayaksa FC setelah menumbangkan PSS Sleman. Kemenangan di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu diraih tim tamu usai melewati drama panjang.

Pada pertandingan Sabtu, 9 Mei malam WIB, laga berlangsung dramatis. Garudayaksa sempat unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama, namun PSS bangkit dan memaksakan skor imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir berkat dua gol Gustavo Tocantins.

Meski menjadi pahlawan kebangkitan Super Elang Jawa, Tocantins justru menjadi sosok yang paling terpukul di akhir laga.

Tendangan penalti pemain asal Brasil itu sebagai eksekutor kelima berhasil digagalkan kiper Garudayaksa, Yoewanto Beny, sehingga memastikan trofi jatuh ke tangan tim tamu.

Di hadapan lebih dari 16 ribu suporter, PSS tampil tak terlalu buruk dengan menguasai ritme permainan. Namun Garudayaksa tampil efektif lewat serangan balik cepat.

Pada extra time, kedua tim saling menyerang demi mencari gol kemenangan. Namun hingga 2x15 menit berakhir, skor tetap imbang sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak penentuan, Garudayaksa tampil lebih tenang. Meski penendang pertama mereka gagal, eksekutor berikutnya mampu menjalankan tugas dengan baik.

Dikubu PSS, merka justru kehilangan momentum setelah tendangan Kevin Gomes ditepis kiper sebelum kegagalan Tocantins memastikan kemenangan Garudayaksa 4-3.

Everton sebagai eksekutor pembuka gagal memecah kebuntuan, tapi disusul keberhasilan Mandacinggi, Frydek, Debol dan Taufik Hidayat.

Di kubu PSS keberhasilan dicetak Junior Halo, Mofu dan Alfareza. Tapi Kevin Gomes dan Tocantis yang gagal jadi penentu hasil akhir.

Tocantins selepas laga menyatakan kecewa berat, percuma dua gol yang dibuat tetapi gagal di eksekusi penalti. Pemain asal Brasil ini pun yakin PSS Sleman di Liga 1 nanti bisa bersaing baik dengan dirinya kalau kontraknya diperpanjang ataupun tanpa dirinya.