Bagikan:

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menjamin status kewarganegaraan atlet keturunan atau diaspora setelah belakangan mencuat kasus paspor (passportgate) di kompetisi Eredivisie (Liga Belanda).

Erick mengatakan bahwa Pemerintah memastikan seluruh proses naturalisasi atlet tetap berada di bawah payung hukum Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

"Regulasinya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita menganut sistem satu paspor. Itu yang tetap kita anut," kata Erick dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta.

Erick menekankan bahwa kehadiran atlet diaspora bukanlah hal baru dan terbukti memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Tim Nasional Indonesia.

Ia mencontohkan Masniari Wolf, atlet dari cabang olahraga renang yang sukses menyumbangkan tiga medali emas dalam pesta olahraga multicabang SEA Games 2025 di Thailand.

Mantan Menteri BUMN tersebut mengatakan bahwa perpindahan atlet antarnegara ialah hal lumrah dalam dunia olahraga global dan merupakan bagian dari persahabatan antarnegara.

"Payung hukum Indonesia jelas, tetapi kerja sama olahraga dengan banyak negara yang memberikan kesempatan atlet kita memperkuat negara lain atau sebaliknya, itu sah-sah saja," ujarnya.

Salah satu contoh perpindahan atlet untuk membela negara lain ialah pebulu tangkis Mia Audina, yang menyumbang perak Olimpiade untuk Belanda dan Tony Gunawan yang meraih juara dunia saat memperkuat Amerika Serikat.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkapkan bahwa Pemerintah tengah melakukan langkah konkret untuk mengakhiri polemik status atlet diaspora secara permanen.

"Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini lagi kami persiapkan, finalisasi draf. Kami akan dengar masukan dari Kemenpora menyangkut soal kewarganegaraan atlet seperti apa. Mudah-mudahan tahun ini selesai," kata Supratman.

Isu passportgate menimpa beberapa pemain keturunan Indonesia di Eredivisie, terkait masalah izin kerja dan standardisasi gaji. Selain Indonesia, beberapa pemain diaspora dari Suriname, Tanjung Verde, dan Curacao juga terkena imbasnya.

Adapun empat pemain Indonesia yang terseret kasus ini ialah Tim Geypens, Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Justin Hubner. Namun, kini mereka dinyatakan tidak bersalah dan sudah bisa kembali bermain untuk klub masing-masing.

Sebagai informasi, passportgate ialah skandal atau kontroversi hukum di Eredivisie terkait dugaan ketidaksesuaian dokumen kewarganegaraan dan izin kerja yang menimpa sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia.

Kasus ini membuat beberapa pemain sempat dilarang bertanding karena masalah keabsahan paspor saat membela klub Belanda. Passportgate mencuat setelah ada dugaan penggunaan paspor yang tidak sah oleh para pemain kelahiran Belanda yang kemudian memilih membela tim nasional negara lain.

Pemain-pemain yang terseret kasus tersebut dianggap punya dokumen tidak sah karena sudah pindah dari warga negara Belanda dan harus melakukan penyesuaian gaji sesuai pemain non-Eropa.