Bagikan:

JAKARTA - Tottenham Hotspur telah berpisah dengan Manajer Igor Tudor atas kesepakatan bersama setelah hanya 44 hari menjabat.

Tudor baru diangkat bulan lalu dan hanya memenangi satu dari tujuh pertandingannya saat Spurs semakin mendekati zona degradasi.

Pelatih berusia 47 tahun itu menggantikan Thomas Frank untuk jangka pendek dan awalnya disebut-sebut sebagai kandidat permanen.

Namun, satu-satunya kemenangannya diraih melawan Atletico Madrid--yang tidak cukup untuk menghindari tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions, dengan agregat 7-5. Mereka saat ini berada di peringkat ke-17 di Liga Inggris, satu poin di atas tiga terbawah.

Pertandingan terakhir Tudor sebagai pelatih ialah kekalahan kandang 0-3 melawan Nottingham Forest akhir pekan lalu, tak lama setelah itu ia diberi tahu tentang kematian ayahnya, Mario.

Melansir ESPN, Tudor diberi waktu untuk memproses duka tersebut sebelum kedua pihak memutuskan bahwa langkah terbaik, yaitu berpisah.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa telah disepakati bersama Manajer Igor Tudor meninggalkan klub dengan segera. Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga telah meninggalkan peran mereka masing-masing sebagai pelatih kiper dan pelatih fisik."

"Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav, dan Riccardo atas upaya mereka selama enam minggu terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah."

"Kami juga memahami duka yang baru-baru ini dialami Igor serta mengirimkan dukungan kami kepadanya dan keluarganya pada masa sulit ini," bunyi pernyataan Spurs.

Pelatih Bruno Saltor akan memimpin latihan selama beberapa hari ke depan karena sebagian besar skuad tim utama sedang menjalani tugas internasional.

Spurs diperkirakan akan menunjuk pelatih kepala baru dalam beberapa hari mendatang tepat waktu untuk sesi latihan menjelang pertandingan berikutnya, pertandingan Liga Inggris melawan Sunderland pada 12 April 2026.

Belum jelas apakah klub akan menunjuk pelatih tetap atau hanya pelatih sementara. Roberto de Zerbi dikabarkan salah satu kandidat utama klub bersama dengan pelatih kepala Tim Nasional Amerika Serikat sekaligus mantan manajer Tottenham, Mauricio Pochettino.

Pochettino berkomitmen untuk memimpin Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 musim panas ini, tetapi telah menyatakan keinginan untuk kembali ke Inggris. Sementara De Zerbi tertarik untuk mengambil alih Spurs, tetapi hanya jika mereka menghindari degradasi.

De Zerbi telah menunjukkan keengganan untuk segera mengambil alih, tetapi Spurs berusaha meyakinkan pelatih asal Italia itu--yang menganggur setelah meninggalkan Marseille pada Februari 2026--untuk mengubah pikirannya.

Alternatif jangka pendek ialah Sean Dyche. Adi Hutter juga dikaitkan dengan posisi tersebut. Hutter telah melatih sejumlah klub termasuk Red Bull Salzburg, Young Boys, Eintracht Frankfurt, Borussia Monchengladbach, dan Monaco.

Lalu, ada eks pelatih Spurs lainnya, Harry Redknapp dan Tim Sherwood, telah menyatakan kesediaan untuk bergabung kembali jika diminta. Sementara Ryan Mason, yang pernah menggantikan posisi manajer dalam situasi serupa, sedang menganggur setelah meninggalkan West Brom.

Tottenham sebelumnya pernah mempertimbangkan Marco Silva dari Fulham, Andoni Iraola dari Bournemouth, dan Oliver Glasner dari Crystal Palace.