Bagikan:

JAKARTA - Kiper tim nasional Indonesia Emil Audero Mulyadi kebobolan dua gol di menit terakhir yang mengakibatkan Cremonese kalah 2-0 lawan AC Milan di pertandingan Serie A Italia di Stadion Giovanni Zini, Minggu, 1 Maret 2026 malam WIB. Kemenangan itu menjadikan Milan memangkas jarak poin dengan pimpinan klasemen Inter Milan.

Audero tampil maksimal di sepanjang 90 menit pertandingan. Dirinya juga melakukan beberapa penyelamatan gemilang saat menghadapi serangan Milan.

Hanya saja, saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang, gawang Audero malah kebobolan. Bahkan kiper timnas Indonesia ini terpaksa memungut bola dari gawangnya sebanyak dua kali dalam tempo empat menit.

Kekalahan yang mengecewakan bagi Cremonese karena mereka bermain di kandang sendiri. Ini juga menjadi kekalahan keempat Cremonese selama lima pertandingan terakhir di kompetisi domestik.

Hasil buruk itu tidak terlepas dengan jadwal pertandingan Cremonese yang bertemu tim-tim papan atas. Mereka menghadapi Inter, Atalanta, AS Roma dan terakhir Milan. Semua berakhir dengan kekalahan bagi Cremonese dan hanya sekali bermain imbang saat menghadapi Genoa dengan skor 0-0.

Hasil buruk itu menjadikan Cremonese masih berkutat di papan bawah dan terancam turun ke zona degradasi. Tim asuhan Davide Nicola menduduki peringkat 17 atau satu strip di atas zona degradasi dengan mengantungi poin 24. Sama dengan Lecce yang berada di posisi 18 tetapi mereka masih unggul selisih gol.

Sementara, Milan setidaknya berhasil memangkas jarak poin dengan Inter setelah mendapat tiga poin di pertandingan tandang. Kini, Milan yang menduduki peringkat dua mengantungi poin 57. Terpaut 10 poin dengan Inter yang di laga sebelumnya mengalahkan Genoa 2-0.

Meski sudah tertinggal poin cukup jauh, namun secara matematis Milan tetap berpeluang mengejar Inter karena kompetisi masih menyisakan 11 pertandingan lagi. Hanya, bukan perkara gampang bagi pasukan Massimiliano Allegri untuk memburu Inter yang tengah on fire meski gagal di Liga Champions.

Di pertandingan itu, Milan memang menunjukkan dominasi atas Tim promosi itu yang mencoba bertahan di kasta tertinggi. Di menit-menit awal, Rafael Leao yang berduet dengan Christian Pulisic sudah mendapat peluang saat menyambut umpan silang Adrien Rabiot. Namun sepakan Leao masih bisa diblok bek Francesco Folino. Selanjutnya, tendangan dari Alexis Saelemaekers juga melebar.

Cremonese sendiri mendapat peluang melalui Federico Bonazzoli saat menerima bola silang Giuseppe Pezzella. Namun tendangan voli Bonazzoli mengenai pemain Milan sehingga berbelok arah dan melebar sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Milan mendapat peluang mencetak gol saat Leao dalam posisi bagus saat menerima umpan terobosan dari Youssouf Fofana di menit 34. Dia juga sudah mengecoh kiper Audero tetapi tendangan dia ke gawang yang sudah kosong malah melebar.

Audero juga menggagalkan peluang bagus dari Pulisic yang lolos dari jebakan offside saat menyambut umpan ciamik Fofana. Tetapi Audero sukses menepis bola yang nyaris masuk ke gawangnya. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Milan tetap bermain ofensif. Hanya serangan mereka tak kunjung membuahkan hasil. Paling tidak Rossoneri mendapat peluang emas melalui Leao saat menerima umpan dari Rabiot. Lagi-lagi upaya dari Leao bisa digagalkan Audero.

Saat pertandingan diperkirakan imbang, bek Strahinja Pavlovic berhasil memecah kebuntuan dan membawa Milan unggul 1-0 di menit 90. Gol berawal dari sepak pojok Luka Modric yang disambut Koni De Winter.

Sundulan dari De Winter kemudian mengarah ke rekannya Plahovic dan mengenai kepalanya yang menjadikan bola meluncur ke gawang Cremonese. Audero pun gagal menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Dalam posisi tertinggal, Cremonese berusaha menyamakan skor. Namun usaha tuan rumah tak membuahkan hasil. Sebaliknya, Milan justru bisa menambah gol. Di menit 90+4, Leao akhirnya bisa membobol gawang Audero setelah menyambut umpan silang Christopher Nkunku. Skor berubah 2-0 untuk Milan dan bertahan hingga laga usai.