Bagikan:

JEDDAH — Konsulat Jenderal RI di Jeddah menyatakan situasi di wilayah kerjanya, termasuk Provinsi Makkah, Ashir, Tabuk, serta Kota Suci Makkah dan Madinah—masih terpantau relatif aman di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Namun, KJRI mengingatkan potensi gangguan penerbangan sudah terjadi dan bisa berdampak langsung pada WNI, terutama jamaah umrah.

“Kondisi… masih terpantau relatif aman,” kata Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary, Minggu, 1 Maret, dalam pernyataan yang disampaikan menyusul perkembangan situasi keamanan regional. Yusron menambahkan, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi terkait peningkatan status keamanan dalam negeri. Aktivitas umum berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan.

Di sisi lain, Yusron menyebut Bandara Internasional Jeddah masih beroperasi dan penerbangan langsung ke Indonesia tetap berjalan. Namun, sejumlah rute tujuan atau transit Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Manama dilaporkan mengalami pembatalan. KJRI mencatat 10 WNI penumpang Emirates gagal berangkat ke Indonesia dan sudah mendapatkan penanganan.

KJRI Jeddah menyatakan telah menerbitkan dua imbauan kewaspadaan, memantau perkembangan penerbangan, mengaktifkan pemantauan di kantong-kantong WNI, serta menyiapkan langkah kontingensi dan evakuasi bila diperlukan.

Untuk mengantisipasi jamaah umrah tertahan (stranded) akibat keterlambatan atau pembatalan penerbangan, KJRI membentuk tiga tim dalam tiga shift yang berjaga dan membantu jamaah di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji Bandara Jeddah. “Mulai hari ini kami juga akan mengaktifkan tim pemantauan di bandara Madinah,” ujar Yusron.

Dengan mempertimbangkan risiko, KJRI menilai bila diperlukan, calon jamaah umrah yang belum berangkat sebaiknya menunda perjalanan hingga kondisi membaik. KJRI menegaskan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.