Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub)Dudy Purwagandhimeminta maskapai penerbangan internasional yang memiliki tujuan atau melintasi kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Adapun imbauan tersebut disampaikan menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, yang mulai berdampak pada operasional sejumlah penerbangan.

“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu, 1 Maret.

Sekadar informasi, sejumlah maskapai asing dilaporkan telah membatalkan atau menghentikan operasional penerbangan dari dan menuju kota-kota di kawasan Timur Tengah sejak konflik Iran–Israel memanas.

Maskapai yang terdampak antara lainEtihad Airways,Qatar Airways,Emirates,Malaysia Airlines,Philippine Airlines,IndiGo Airlines,SriLankan Airlines,China Southern Airlines,Singapore Airlines, sertaScoot.

Sementara itu,Saudia Airlinesmasih melakukan pemantauan terhadap sejumlah kota tujuan di Timur Tengah.Oman Airdilaporkan beroperasi seperti biasa. AdapunEthiopian Airlinesmasih beroperasi, namun tidak melayani penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Di dalam negeri, dua maskapai nasional yang melintasi ruang udara Timur Tengah, yakniGaruda Indonesia danLion Air, saat ini belum terdampak secara langsung. Menhub Dudy menyebut penerbangan menuju Jeddah masih berjalan normal, sementara rute Garuda Indonesia ke Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir.

Dudy menegaskan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.Kementerian Perhubunganterus berkoordinasi denganAirNav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah dan memastikan kelancaran penerbangan.

Seiring perkembangan situasi, sejumlah negara telah menutup ruang udaranya untuk seluruh penerbangan, baik komersial maupun pribadi, di antaranya Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

“Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umrah,” ucapnya.

Dudy juga meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan kepada penumpang yang terdampak pembatalan maupun penyesuaian penerbangan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi, serta penjadwalan ulang penerbangan.

Di sisi lain, Dudy memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya rute internasional, tetap berlangsung aman dan lancar, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.