Bagikan:

JAKARTA - Ajang Prime Kumite Championship 3 resmi digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Kejuaraan combat sport ini menghadirkan total 13 pertandingan yang melibatkan 26 warrior profesional dari berbagai latar belakang beladiri.

CEO Prime Kumite Championship, Umar Hasan mengatakan penyelenggaraan Prime Kumite Championship 3 merupakan bagian dari komitmen promotor dalam menghadirkan kompetisi beladiri profesional yang berkualitas di Indonesia.

“Sebanyak 26 warrior akan bertarung dalam 13 fight di Prime Kumite Championship 3. Kami menyiapkan event ini dengan standar profesional agar bisa dinikmati pecinta combat sport Tanah Air,” ujar Umar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 30 Januari malam WIB.

Sebagai laga puncak, partai main event akan mempertemukan Deni Arif melawan Alan Lolo. Selain itu, sejumlah pertarungan lain juga akan meramaikan jalannya kejuaraan, termasuk duel Deni Daffa kontra Pahala Sitanggang, Vincent Madjid melawan juara Open Weight Harianja Pukmes, serta Rama Supandi menghadapi Adiputra.

Pada partai co-main event, duel antara Randi Fabian dan Eko Roni tetap digelar meski terjadi perubahan susunan atlet.

Randi Fabian ditunjuk sebagai pengganti Aziz Calim yang harus mundur akibat kondisi kesehatan.

Menurut Umar, Prime Kumite Championship awalnya dirancang sebagai ajang karate profesional, namun berkembang menjadi wadah lintas beladiri demi kemajuan industri combat sport nasional.

“Jika kami hanya membatasi diri pada karate, tentu perkembangan combat sport tidak akan maksimal. Karena itu, Prime Kumite Championship membuka ruang untuk berbagai aliran beladiri,” kata Umar.

Dia menambahkan, seluruh penyelenggaraan Prime Kumite Championship 3 berada di bawah pengawasan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), termasuk penerapan regulasi pertandingan dan perangkat wasit.

Para warrior yang tampil pada ajang ini disebut berasal dari kalangan atlet berprestasi, mulai dari peraih medali SEA Games, PON, hingga petarung profesional dari berbagai promotor seperti One Pride, Brave FC, dan One Championship.

“Event ini murni menampilkan atlet profesional. Tidak ada influencer maupun artis. Fokus kami adalah kualitas pertandingan dan kredibilitas kejuaraan,” tegas Umar.

Meski terjadi perubahan pada susunan pertarungan, Umar memastikan seluruh persiapan Prime Kumite Championship 3 telah dilakukan secara matang.

“Meskipun ada atlet yang mundur karena sakit, pelaksanaan Prime Kumite Championship 3 tetap sesuai rencana. Show must go on,” ujarnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan ajang ini juga datang dari KOBI.

Perwakilan KOBI, Wiwid Sanshou, selaku Wasit Juri Senior menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung berbagai kejuaraan combat sport di Indonesia.

“KOBI mendukung seluruh combat sport dengan standar regulasi pertandingan yang jelas, seperti yang diterapkan pada Prime Kumite Championship pertama, kedua, hingga ketiga ini,” kata Wiwid.

Dia berharap penyelenggaraan Prime Kumite Championship 3 dapat berjalan aman dan sukses, sekaligus menjadi pembuka kalender combat sport nasional di awal 2026.

“Semoga event ini berjalan lancar dan para warrior bisa menampilkan pertarungan terbaik untuk penonton,” pungkasnya.