JAKARTA - Hansi Flick terlihat semringah melihat mentalitas pemain pinjaman dari Manchester United, Marcus Rashford. Setelah kehilangan tempatnya di tim utama Blaugrana, penyerang asal Inggris itu menunjukkan reaksi dan sikap, yang menurut sang manajer, tepat untuk sukses di klub.
Pemain 28 tahun itu kembali ke starting lineup dalam kemenangan 5-3 atas Real Betis akhir pekan lalu setelah absen empat pertandingan.
Namun, ia kembali dicadangkan dalam kemenangan 2-1 melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions pada pertengahan pekan.
Flick kemudian terkesan dengan respons Rashford setelah namanya masuk dalam daftar pemain cadangan untuk pertandingan melawan Eintracht. Penyerang asal Inggris itu kemudian memberikan kontribusi ketika masuk di babak kedua, mengkreasi gol penyeimbang untuk Jules Kounde dalam kemenangan tersebut.
BACA JUGA:
"Ketika dia berada di bangku cadangan, itu juga menunjukkan bahwa kami memiliki tim yang bagus. Di posisi ini, kami memiliki pemain-pemain hebat."
"Yang bisa saya katakan, dia adalah pemain yang benar-benar profesional. Sikap dan mentalitasnya luar biasa. Awalnya, dia harus sedikit beradaptasi, tetapi sekarang dia berada di level terbaiknya."
"Saya berbicara dengan para pemain ketika mereka tidak bermain, menjelaskan alasannya. Apa yang dia (Rashford) katakan kepada saya beberapa hari yang lalu bahwa dia merasa tak perlu diberi tahu soal ini (alasan tidak bermain)."
"Dia mengatakan bahwa ini hanya tentang tim. Kami harus memenangi tiga poin, tidak ada yang lain yang penting. Itu adalah sikap yang tepat. Mentalitas yang dimilikinya fantastis dan saya sangat senang dia ada di sini," kata Flick.
Rashford, yang dipinjamkan selama satu musim dari Manchester United, telah mencetak enam gol dan memberikan 11 assist dalam 21 penampilan untuk Barcelona musim ini.
Sebelum jeda internasional November 2025, ia telah menjadi starter dalam 10 pertandingan berturut-turut untuk membawa Blaugrana memimpin klasemen LaLiga. Hanya saja, menit bermainnya kini telah berkurang sejak Raphinha kembali bugar.
Flick juga menghadapi dilema pemilihan pemain di posisi striker, dengan Ferran Torres dan Robert Lewandowski sama-sama bersaing untuk peran nomor 9 di tim.
Torres telah mencetak 13 gol dalam 20 penampilan, sementara veteran Lewandowski telah mencetak delapan gol dalam 17 pertandingan.
Pelatih asal Jerman itu mengatakan persaingan internal antara keduanya mendorong mereka untuk memberikan performa terbaik.
"Hal itu meningkatkan potensi setiap pemain ketika ada persaingan di posisi tersebut, seperti antara Ferran dan Lewy,"
"Ini bagus untuk tim, bagus bagi mereka untuk bermain di level tertinggi. Apa yang saya lihat dalam lima minggu terakhir, sungguh luar biasa. Lewy, Ferran, itu sempurna. Bagi saya, itu sempurna," tutur Flick.
Salah satu area yang tidak diragukan lagi ialah posisi penjaga gawang. Meskipun Marc-Andre ter Stegen telah pulih dari cedera, Flick mengatakan Joan Garcia--pemain yang didatangkan dari Espanyol dengan harga 25 juta euro pada musim panas lalu--adalah pilihan utama.
"Joan adalah nomor 1. Tidak ada niat untuk mengganti Joan. Joan adalah nomor 1 dan dia telah bermain sangat, sangat baik," ujarnya.
Dengan Wojciech Szczesny saat ini menjadi cadangan Garcia, hal itu menempatkan Ter Stegen yang sudah pulih dalam posisi sulit karena ia berambisi menjadi kiper nomor 1 Jerman di Piala Dunia 2026.
Laporan menunjukkan bahwa ia mungkin harus pergi pada Januari 2026--baik dengan status pinjaman atau permanen. Flick mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan sang kiper tentang perannya dalam tim dan masa depannya.
"Tentu saja saya berbicara dengannya, itu tugas saya untuk berbicara dengan para pemain. Namun, itu urusan antara dia dan saya," katanya.
Barcelona akan menjamu Osasuna pada Minggu, 14 Desember 2025, dini hari WIB, di Camp Nou dengan kesempatan untuk memperbesar keunggulan tujuh poin atas Real Madrid, yang akan bermain melawan Alaves.
Kemenangan atas Osasuna membuat catatan Barcelona menjadi tujuh kemenangan beruntun sejak kalah dalam El Clasico melawan Los Blancos pada Oktober 2025.