Bagikan:

JAKARTA - Leeds United sedang naik angin setelah menggulung Chelsea 3-1 di Elland Road, dan momentum itu datang di waktu yang tepat ketika mereka menjamu Liverpool pada Sabtu malam, 6 November. Skuad Daniel Farke ini belum bisa dibilang kokoh, tapi kemenangan tengah pekan itu jadi bukti bahwa sistem baru mereka mulai menggigit.

Liverpool datang membawa kisah berbeda. Tim Arne Slot lolos dari kekalahan kontra Sunderland berkat tekel penyelamat Federico Chiesa. Hasil imbang 1-1 itu menahan spekulasi yang makin keras soal masa depan Slot, tapi belum banyak menghilangkan kegelisahan di sekitar Anfield. Liverpool masih duduk di papan atas, namun jarak 11 poin dari Arsenal terasa seperti pagar listrik raksasa yang memisahkan mereka dari perebutan gelar.

Momentum Leeds sedikit lebih kuat. Farke menemukan kembali struktur permainan dalam formasi 3-5-2, yang mempercepat transisi dan menambah jumlah pemain di lini tengah. Gol Jaka Bijol, Ao Tanaka, dan Dominic Calvert-Lewin membuktikan bahwa kreativitas dan agresivitas Leeds bisa kembali hidup, meskipun masalah fisik pada Calvert-Lewin dan Lukas Nmecha bikin lini depan mereka rawan tambal-sulam.

Liverpool malah masih berusaha menemukan stabilitas. Frimpong dan Leoni tetap absen, Curtis Jones bisa jadi opsi darurat di bek kanan bila Conor Bradley belum siap. Kabar baiknya, Mohamed Salah kembali ke posisi favorit, dan Chiesa mungkin dapat start setelah performanya melawan Sunderland bikin lampu sorot nempel ke dia. Masalahnya, Liverpool belakangan sering rapi di menit-menit awal, lalu tiba-tiba jadi rapuh macam bangunan kartu di tiupan AC.

Untuk Leeds, rotasi wajib terjadi. Tanaka diragukan tampil, Calvert-Lewin dan Nmecha hampir pasti absen, membuat Joel Piroe dan Noah Okafor harus naik panggung. Leeds mungkin bisa mempertahankan struktur permainannya, tetapi kedalaman skuad tetap jadi masalah utama.

Pertandingan ini berpotensi jadi open game: Leeds dengan pressing struktural yang lagi nendang, Liverpool dengan kualitas individual yang bisa berubah jadi gol kapan saja. Tetapi kedua tim punya celah di belakang, dan keduanya datang dengan energi tinggi.

Leeds terlalu percaya diri untuk hanya duduk menunggu, sementara Liverpool masih terlalu inkonsisten untuk menjamin kemenangan. Duel ini terasa seperti pesta gol mini, dan hasil imbang terbuka jadi skenario yang paling masuk akal. Pertandingan ini bisa jadi momen penentu apakah Leeds benar-benar bangkit, atau Liverpool akhirnya menemukan ritme yang hilang.

Prediksi: Leeds United 2-2 Liverpool