Bagikan:

JAKARTA - Tim cadangan Chelsea yang rata-rata berusia 22 sukses menghancurkan 10 pemain Ajax Amsterdam 5-1 di pertandingan fase penyisihan Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, London, Kamis, 23 Oktober 2025 dini hari WIB. Manajer Enzo Maresca menunjukkan kepuasan atas performa The Young Blues.

Persaingan ketat di kompetisi Premier League Inggris dengan jadwal padat karena berlaga di Liga Champions menjadikan Maresca merotasi pemain. Apalagi, Chelsea menghadapi lawan yang secara kualitas masih di bawah mereka.

Ajax memang tetap merupakan tim papan atas Eredivisie Belanda. Hanya dengan skuad saat ini, sulit bagi mereka untuk bersaing di Liga Champions.

Setelah era Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong di bawah asingan Erik ten Hag, Ajax sepertinya mengalami penurunan. Musim lalu, de Godenzonen mampu menduduki peringkat dua di Eredivisie sehingga mendapat tiket ke Liga Champions.

Namun tim asuhan John Heitinga kesulitan bersaing di kompetisi Eropa. Bahkan Ajax selalu menelan kekalahan pada tiga pertandingan pertama, termasuk saat dihabisi Chelsea 5-1.

Tak hanya itu, Ajax sudah kebobolan 11 kali dan hanya mencetak satu gol tanpa meraih poin. Buntutnya, Ajax menduduki dasar klasemen.

Kontras dengan Chelsea yang on fire. Mereka kian stabil di kompetisi Premier League sehingga bisa menembus papan atas. Kini, The Blues bertengger di peringkat lima dengan poin 14. Juara Liga Champions dua kali ini hanya terpaut lima poin dengan pimpinan klasemen Arsenal.

Perbedaan kualitas yang kontras menjadikan Maresca memilih merotasi pemain. Dirinya memberi kesempatan pemain muda yang beberapa di antaranya masih berusia 19 dan mereka yang lebih sering duduk di bangku cadangan.

Maresca menurunkan10 pemain yang berbeda saat mengalahkan Nottingham Forest, termasuk kiper Robert Sanchez digantikan Filip Jorgensen.

“Saya melatih mereka setiap hari. Jadi saya tahu apa yang dilakukan mereka,” kata Maresca saat disinggung mengenai kepercayaan terhadap Marc Guiu dkk.

“Hal yang bagus dari mereka adalah keinginan untuk terus belajar. Mereka sangat ingin berkembang,” ucapnya.

Hasilnya memang tak mengecewakan. Mereka menunjukkan penampilan maksimal. Apalagi, Ajax sudah harus bermain dengan 10 orang sejak menit 17 setelah kapten Kenneth Taylor dikartu merah karena melakukan tekel berbahaya terhadap Facundo Buonanotte.

Wasit, semula, menjatuhkan kartu kuning. Namun setelah berkonsultasi dengan asistennya, dia mengubah keputusan dan memberikan kartu merah kepada Taylor.

Chelsea pun memanfaatkan keuntungan itu dengan sepenuhnya menguasai permainan. Hanya dalam tempo satu menit setelah diusirnya Taylor, Guiu membuka pesta gol Chelsea. Selanjutnya, Moises Caicedo menambah gol di menit 29.

Ajax sempat memperkecil ketinggalan saat striker Wout Weghorst mencetak gol dari titik penalti. Skor berubah 2-1 untuk Chelsea. Selanjutnya giliran Chelsea yang mendapat hadiah penalti dan eksekusi dituntaskan Enzo Fernandez.

Saat memasuki injury time, Chelsea kembali menerima hadiah penalti setelah Estevao Willian dijatuhkan di kotak terlarang. Eksekusi penalti juga dilakukan Estevao yang membawa Chelsea unggul 4-1 saat babak pertama usai.

Di babak kedua, Chelsea hanya bisa menambah satu gol melalui Tyrique George. Pemain pengganti berusia 19 ini membobol gawang Ajax saat laga baru berjalan tiga menit.

Skor berubah 5-1 untuk Chelsea yang bertahan hingga laga usai. Kemenangan itu masih belum bisa membawa Chelsea ke delapan besar. Mereka masih tertahan di peringkat 11 dengan poin eman.

Meski demikian, Maresca tetap puas dengan performa dan pencapaian pasukan muda Chelsea. “Saya bangga. Ini pertandingan yang sangat bagus, khususnya bagi pemain muda dan klub,” ucapnya.