JAKARTA - Enzo Maresca mengatakan ia merasa beruntung melatih Estevao dan yakin remaja Brasil itu bisa mengikuti jejak Cole Palmer untuk bersinar di tim utama Chelsea.
The Blues mengalahkan Ajax yang bermain dengan 10 orang di Stamford Bridge pada Kamis, 23 Oktober 2025, dini hari WIB. Estevao--yang berusia 18 tahun--menjadi pencetak gol termuda klub di Liga Champions.
Dalam penampilan kelimanya sebagai starter di Chelsea setelah pindah dari Palmeiras seharga 29 juta pound pada musim panas, Estevao tampil impresif dan hampir menutup penampilannya di akhir pertandingan dengan tendangan salto luar biasa, yang hanya melebar tipis.
Maresca melatih Palmer, yang absen karena cedera di sini, selama mereka bersama di akademi Manchester City, sebelum pemain internasional Inggris itu bergabung Chelsea dan membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di Liga Inggris.
BACA JUGA:
Manajer The Blues itu mengungkapkan kehadiran Estevao seperti bernostalgia dengan Palmer dulu.
"Hal yang aneh tentang Estevao ialah pemain muda dan Anda khawatir dia hanya bermain bagus sekali lalu kemudian merasa top."
"Estevao berbeda, dia sopan, rendah hati, dan mau belajar. Keluarganya memiliki peran besar di sana. Kami senang bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga karena dia anak yang baik, anak yang baik."
"Saya pikir di Liga Inggris dia butuh sedikit lebih banyak waktu. Ini sangat mirip dengan Cole Palmer. Saya pernah melatihnya seusia dengan tim Manchester City U-23."
"Cole bermain melebar dan sekarang dia bermain di posisi tengah. Sekarang Estevao bermain melebar, tetapi pada masa depan saya pikir dia lebih seperti pemain tengah."
"Saya merasa sangat beruntung menjadi manajernya karena ini menyenangkan, Anda bisa menikmatinya. Kami sudah berkali-kali bilang, saya pikir para penggemar pada akhirnya."
"Mereka membayar tiket untuk melihat pemain seperti Cole (Palmer), seperti Estevao, pemain seperti ini. Jadi, senang rasanya kami bisa memiliki pemain seperti Estevao, seperti Cole, seperti mereka," tutur Maresca.
Beberapa saat setelah kapten Ajax, Kenneth Taylor, diusir keluar lapangan setelah tinjauan VAR karena menerjang Facundo Buonanotte pada menit ke-17, Marc Guiu membuka skor sebelum Moises Caicedo menggandakan keunggulan mereka.
Ajax memperkecil ketertinggalan melalui penalti Wout Weghorst pada menit ke-33. Namun, mantan striker Manchester United itu melanggar Enzo Fernandez di kotak penalti menjelang turun minum.
Pemain Argentina itu berhasil mengeksekusi penalti untuk membawa Chelsea unggul 3-1.
Estevao kemudian memenangi pertandingan dan mencetak gol penalti sebelum pemain pengganti Tyrique George menambahkan gol kelima tepat setelah babak kedua dimulai.
Chelsea menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memiliki tiga pemain remaja di papan skor.
Masih ada waktu bagi Reggie Watts yang berusia 17 tahun untuk menjadi pemain termuda klub dalam turnamen tersebut.
"Itu strategi klub. Kami memiliki begitu banyak pemain muda. Saya pikir musim lalu kami sudah menjadi skuad termuda dalam sejarah Liga Inggris."
"Jadi, musim ini kami melanjutkan dengan cara yang sama. Saya bekerja dengan mereka setiap hari, saya tahu apa yang bisa mereka lakukan."
"Saya juga tahu bahwa kami akan mengalami saat-saat di mana kami sedikit lebih kesulitan, tentu saja. Namun, saya pikir hal yang baik tentang mereka ialah mereka ingin belajar, mereka ingin berkembang, dan saya pikir itu bagus," kata Maresca, yang melakukan 10 perubahan pada tim yang mengalahkan Nottingham Forest 3-0 akhir pekan lalu.