JAKARTA - Arsenal hanya menang tipis 1-0 atas Fulham di London Derby di Stadion Craven Cottage, Sabtu, 18 Oktober 2025 malam WIB. Kemenangan lewat gol tunggal Leandro Trossard ini sudah cukup bagi Arsenal untuk kembali menguasai takhta klasemen Premier League Inggris.
Manchester City sempat mengudeta Arsenal setelah mengalahkan Everton 2-0. Man City yang semula terlempar dari lima besar akhirnya merebut posisi teratas usai meraih tiga poin di laga kandang.
Namun Man City tak bertahan lama menduduki takhta klasemen. Hanya beberapa jam berselang, Arsenal sudah merebutnya kembali usai mengalahkan Fulham.
Keberhasilan itu menjadikan Arsenal mengantungi 19 poin. Unggul tiga poin dengan Man City yang turun ke peringkat dua.
Sementara, Liverpool yang menduduki peringkat tiga memiliki poin 15. Mereka berpeluang merapatkan jarak poin bila mengalahkan Manchester United dalam The North West Derby di Anfield, Minggu, 19 Oktober 2025 malam WIB.
Sebaliknya, Fulham masih tertahan di papan tengah setelah gagal memperbaiki peringkat. Tim asuhan Marco Silva menduduki peringkat 14 dengan poin delapan.
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengakui tak mudah meraih poin di kandang Fulham. Apalagi, The Cottagers selalu bermain ngotot dan semangat tinggi saat melakoni derbi. Pada dua laga sebelumnya, Arsenal malah menderita kalah dan kemudian bermain imbang.
“Tak pernah mudah [meraih poin di Craven Cottage]. Anda harus bermain kompak dan cepat saat datang ke tempat yang sulit seperti ini,” kata Arteta kepada Sky Sports.
“Pada dua musim terakhir, kami tak pernah menang di sini. Namun kami akhirnya bisa mencapai target. Ini yang membuat saya senang,” ujarnya lagi.
Hal senada dikatakan pemain sayap Bukayo Saka yang kembali menjadi andalan Arsenal setelah pulih dari cedera. “Kami mengawali laga dengan penampilan yang tidak seperti diharapkan,” kata Saka menambahkan.
“Kami memang punya pengalaman kurang bagus setiap kali datang ke sini selama beberapa tahun terakhir. Kami gagal meraih hasil seperti yang diinginkan. Jadi kami senang bisa meraih kemenangan. Kami mendapatkan poin yang tidak pernah diraih sebelumnya,” ucap dia.
Arsenal yang bermain di kandang lawan memang terlambat panas. Mereka bermain lamban sehingga tak bisa menciptakan peluang untuk mencetak gol.
Beruntung, Fulham tidak dalam performa terbaik dan kesulitan melakukan tekanan terhadap pertahanan The Gunners. Bahkan tidak ada tendangan Fulham yang mencapai target.
Arsenal baru bisa menguasai permainan saat memasuki menit 34. Mereka mulai menunjukkan dominasi dengan permainan menyerang yang cukup merepotkan pertahanan Fulham.
Bek Riccardo Calafiori sesungguhnya sempat memecah kebuntuan dengan membobol gawang Fulham. Hanya gol Calafiori tidak disahkan karena dia dalam posisi offside. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Fulham mencoba langsung menggebrak. Namun tekanan mereka tak kunjung membuahkan hasil. Sebaliknya, Arsenal berhasil keluar dari tekanan dan bahkan menyerang lawan. Setelah berkali-kali gagal, usaha klub London Utara ini akhirnya membuahkan hasil saat Trossard mencetak gol di menit 58.
Gol berawal dari sepak pojok Saka yang diteruskan sundulan Gabriel Magalhaes. Bola kemudian diterima Trossard yang dikonversi menjadi gol.
Unggul 1-0 menjadikan Arsenal bermain kian agresif. Tak lama kemudian, Arsenal berharap mendapat penalti saat pemain pengganti Fulham Kevin melakukan pelanggaran terhadap Saka.
BACA JUGA:
Wasit Anthony Taylor semula menunjuk titik putih. Namun setelah cukup lama meninjau insiden itu lewat VAR, Taylor membatalkan keputusan penalti.
Pasalnya Kevin melakukan kontak dengan bola dan bukan dengan Saka sehingga tindakannya dinilai bersih.
Tidak ada penalti dan skor 1-0 untuk Arsenal bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini menjadi modal berharga Arsenal melakoni pertandingan Liga Champions. Mereka akan menjamu Atletico Madrid di pertandingan tengah pekan.