JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, meminta agar persoalan dualisme cabang-cabang olahraga harus selesai dalam tiga bulan sampai awal tahun depan.
Erick mengatakan bahwa ia sudah mengirim surat kepada Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk meminta mengurai benang kusut itu.
"Saya minta dalam waktu tiga bulan isu dualisme sudah tidak ada lagi sehingga Januari (2026) kalau masih ada, mohon maaf, musyawarah dan mufakat sudah diberikan, Januari kami ambil posisi," ujar Erick.
Dualisme cabang-cabang olahraga sejauh ini masih menjadi salah satu isu yang terus disorot. Beberapa organisasi yang masih terbelah ialah tinju dan tenis meja.
BACA JUGA:
Erick menegaskan bahwa pihak-pihak pemangku kepentingan olahraga beserta federasi perlu menyelesaikan persoalan ini agar upaya untuk meningkat prestasi Indonesia juga berjalan lancar.
"Kalau sudah konsolidasi secara keluarga besar olahraga, baru kita bicara target road map (peta jalan) olahraganya. SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade seperti apa," katanya.
Dualisme di cabang olahraga tinju misalnya, melahirkan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) dan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PB Perbati).
Adapun polemik cabang tenis meja kembali mencuat dengan adanya protes dari Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) terhadap munculnya Indonesia Pingpong League (IPL).