JAKARTA - Laga tak mudah bagi Manchester United. Usai jeda kompetisi karena pertandingan tim nasional, MU sudah harus bertemu lawan berat yang juga rival bebuyutan, Liverpool. Manajer Ruben Amorim berharap mencegah kutukan selalu kalah usai jeda saat MU melakoni The North West Derby di Premier League Inggris di Stadion Anfield, Minggu, 19 Oktober 2025 malam WIB.
Pada jeda kompetisi terakhir, MU sudah merangsek dengan menghajar Burnley 3-2. Laga penuh drama karena gol yang menentukan kemenangan Red Devils ditentukan penalti di menit terakhir.
Menariknya Bruno Fernandes yang mengambil eksekusi itu. Bukan apa, Fernandes sudah gagal menuntaskan penalti sehingga MU hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham.
Bahkan Amorim sampai tidak berani menyaksikan eksekusi itu dan memilih menghadap ke suporter. Fernandes akhirnya berhasil menuntaskan eksekusi yang membuat suporter bersorak.
Hanya saja tren positif MU langsung terhenti begitu memasuki jeda kompetisi. Apalagi, Benjamin Sesko dkk sudah harus bertemu Manchester City di Etihad. Hasilnya sudah bisa ditebak, MU menelan kekalahan 3-0 dalam Manchester Derby.
Kini, MU menghadapi skenario nyaris serupa. Saat liga berhenti karena jeda internasional, MU sudah menunjukkan kebangkitan dengan mengalahkan Sunderland 2-0.
Namun mereka menghadapi ancaman kutukan kekalahan untuk ke sekian kalinya saat kembali ke liga usai jeda internasional. Pasalnya, Liverpool sudah menunggu MU dalam North West Derby di Anfield.
Tim asuhan Amorim menghadapi lawan yang sangat berharap untuk kembali ke jalur menang setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut di berbagai kompetisi.
Liverpool kalah dua kali di Premier League melawan Crystal Palace dan Chelsea. Tim asuhan Arne Slot juga menelan kekalahan pertama di Liga Champions saat menghadapi Galatasaray.
Slot sudah pasti menargetkan menang saat The Reds bermain di kandang sendiri. Sang juara bertahan juga berharap bisa menjaga persaingan dengan pimpinan klasemen Arsenal.
Hasil buruk pada dua laga terakhir menjadikan Liverpool kehilangan takhta klasemen. Arsenal sukses melakukan kudeta dan bertengger di puncak dengan poin 16. Namun The Gunners hanya unggul satu poin dengan Liverpool. Disusul Tottenham Hotspur dan Bournemouth yang memiliki poin 14.
MU sendiri masih berkutat di papan tengah. Hanya saja, MU yang berada di peringkat 10 sesungguhnya cuma terpaut enam poin dengan Arsenal.
Bila ingin memburu zona Liga Champions, tak ada pilihan bagi Amorim kecuali menunjukkan konsistensi. Hal yang belum bisa jadi jaminan karena Amorim masih harus berusaha menjaga agar bangunan tim tak goyah.
Repotnya lagi, Liverpool justru lebih konsisten. Mereka mencatat rekor 100% saat bermain di kandang sendiri musim ini. Sebaliknya, MU sudah tak pernah bisa menang di Anfield sejak 2016.
Setelah berakhirnya era kegemilangan manajer legendaris Sir Alex Ferguson, MU tak pernah lagi memetik hasil positif setiap kali menyambangi markas Liverpool. Derbi Barat Laut lebih sering menjadi mimpi buruk bagi MU. Bahkan dua tahun lalu saat masih ditangani Erik ten Hag, MU pernah dipermalukan Liverpool dengan skor 7-0.
Namun pada laga terakhir MU bersama Amorim, mereka mampu menggagalkan kemenangan Liverpool. Unggul lebih dulu, tetapi MU kemudian berbalik ketinggalan 2-1 sebelum akhirnya Amad Diallo menjadi penyelamat dengan mencetak gol di menit 80.
Ini yang menjadikan Amorim cukup percaya diri saat pasukannya kembali datang ke Anfield. Apalagi Amorim sudah mendapat jaminan dari salah satu pemilik saham klub, Sir Jim Ratcliffe, bila dirinya bakal tetap menangani MU hingga tiga tahun ke depan atau sampai selesai kontraknya.
Amorim juga tidak ingin ada drama lagi yang membuat jantung berdebar keras dalam derbi. Begitu saat The Sun menerima bocoran dari internal klub.
“Amorim menyatakan tegas kepada pemain kalau dia tak ingin ada drama. Fans memang suka ada drama. Tetapi tidak bagi dia,” kata sumber itu kepada The Sun.
BACA JUGA:
“Dia sudah puas dengan performa tim saat menang lawan Sunderland. Pemain sudah menunjukkan penampilan maksimal dan tidak ada drama yang bisa bikin dirinya terkena serangan jantung. Menurut dia terlalu banyak drama menjadikan United tak bisa mempertahankan catatan kemenangan,” ucap dia.
Suporter memang suka dengan Amorim Time seperti dulu ada istilah Ferguson Time saat MU meraih kemenangan di saat-saat terakhir. Namun Amorim berharap MU bisa mematahkan rekor tak pernah menang di Anfield meski Liverpool tetap menjadi unggulan di derbi itu.