Bagikan:

JAKARTA - House of Indonesiana (HOI) Week 2025 menjadi wujud nyata kolaborasi lintas negara antara Indonesia dengan Korea Selatan lewat kebudayaan.

Digelar selama dua hari di Main Atrium 360 KOREA 360, Lotte Mall Jakarta pada 15 dan 16 Oktober, acara ini menampilkan karya peserta pelatihan HOI dari Jakarta dan Makassar sekaligus memperkenalkan pusat pelatihan baru di Badung, Jambi, Cirebon, dan Sikka.

HOI sendiri merupakan program kerja sama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea dalam bentuk pelatihan intensif memproduksi konten kreatif digital.

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha dalam pidato pembukaan HOI Week 2025 mengatakan, acara ini digelar tidak lepas dari kesamaan spirit Indonesia dan Korea Selatan dalam hal kolaborasi budaya.

“Acara ini merupakan simbol harmoni antara dua negara yang sama-sama mencintai seni, budaya, dan kreativitas,” kata Giring.

Menurut Giring, Korea Selatan telah berhasil menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus bagian penting dari diplomasi. Hal ini dirasa baik untuk dibagikan kepada anak-anak muda di Indonesia, mengingat potensi budayanya yang begitu besar.

“Kami bersyukur Korea bersedia berbagi pengalamannya dalam membangun industri kreatif yang tangguh, inovatif, dan berbasis teknologi serta kolaborasi. Kami juga melihat bagaimana Korea Selatan memperluas jaringan budaya globalnya. Semangat inilah yang kami inginkan untuk menumbuhkan lebih banyak talenta kreatif Indonesia melalui program House of Indonesiana,” ujar Wamenbud.

“Indonesia sendiri memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kami memiliki ratusan bahasa daerah, lebih dari 17.000 pulau, beragam suku bangsa, dan ekspresi budaya yang tak terhitung jumlahnya. Dengan semua ini, kekuatan sejati budaya Indonesia terletak pada kekuatan komunitasnya, mulai dari kelompok lokal kecil di desa, kota, studio seni, sekolah, hingga ruang digital tempat anak muda kita dapat berkarya,” lanjut Wamenbud.

“Oleh karena itu, kami berharap House of Indonesiana dan program-program lainnya dari Kementerian Kebudayaan akan terus berfokus pada pemberdayaan komunitas dan talenta lokal,” imbuhnya. “Melalui House of Indonesiana Week 2025, kami mempersiapkan talenta Indonesia untuk menjadi bagian penting dari jaringan budaya global.”

Lebih lanjut, Giring menyatakan Kemenbud percaya bahwa kolaborasi lintas budaya tidak hanya menghubungkan tradisi, tetapi juga menciptakan ide-ide baru yang lebih segar, lebih kuat, dan lebih relevan dengan dunia global saat ini.

“Saya berharap program ini akan terus berkembang, menjangkau lebih banyak wilayah, lebih banyak talenta muda, dan lebih banyak peluang kolaborasi dengan Korea,” kata Giring.

“Melalui kolaborasi, kita saling belajar, berkarya bersama, dan tumbuh lebih kuat sebagai mitra seni dan bagian dari kemanusiaan serta keluarga besar umat manusia,” pungkasnya.

Di samping itu, Park Soo Deok selaku Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia juga meyakini HOI Week 2025 merupakan program yang penting untuk memperlihatkan kolaborasi dua negara.

“Suatu kehormatan bagi saya bisa dapat hadir di House of Indonesiana Week hari ini. Program ini merupakan wujud nyata kerja sama Korea dan Indonesia. Program ini bertujuan memperlihatkan Korea dalam mengembangkan ekosistem sekaligus mendorong kolaborasi dengan indonesia,” ucap Park.

Ia melanjutkan, apa yang dihadirkan dalam HOI Week 2025 tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan kreativitas para peserta, tapi juga semangat kolaborasi lintas budaya yang menjadi inti dari proyek ini.

"Kami berharap rangkaian ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para kreator muda Indonesia untuk berpartisipasi dan terus berkembang,” tandasnya.

Wamenbud Giring Ganesha di pembukaan House of Indonesiana Week 2025 (Ivan Two Putra/VOI)
Wamenbud Giring Ganesha di pembukaan House of Indonesiana Week 2025 (Ivan Two Putra/VOI)