JAKARTA - AS Roma hanya memerlukan delapan menit untuk mengejar ketinggalan dan berbalik menang 2-1 atas Fiorentina di pertandingan Serie A Italia, Minggu, 5 Oktober 2025 malam WIB. Kemenangan di kandang Fiorentina di Stadion Artemio Franchi menjadikan Roma menguasai takhta klasemen.
Roma tidak hanya memanaskan persaingan di papan atas. Klub ibu kota itu sukses merebut puncak klasemen setelah memetik empat kemenangan dari lima laga terakhir.
Konsistensi dari Roma sejak ditangani Gian Piero Gasperini menjadikan klub tersebut disebut-sebut sebagai salah satu kandidat juara. Hanya masih terlalu dini bila menyebut Roma bakal juara karena kompetisi masih panjang. Bahkan Liga Italia baru memasuki pekan keenam yang menjadikan persaingan masih sangat terbuka.
Hanya kemenangan itu menjadikan Roma melesat ke posisi teratas dengan menggeser AC Milan setelah mengantungi poin 15. Unggul tiga poin dengan Milan yang akan melakoni laga tandang melawan Juventus, Senin, 6 Oktober 2025 dini hari WIB.
Begitu pula Napoli yang menduduki peringkat tiga memiliki poin sama dengan dua tim itu. Selain itu ada Inter Milan yang berada di posisi empat dengan poin sama setelah menghajar Cremonese 4-1.
Sementara, Fiorentina yang mengalami penurunan masih berkutat di papan bawah. Bahkan La Viola berada di posisi 17 atau satu strip di atas zona degradasi dengan poin tiga.
Di pertandingan itu, Roma yang berharap bangkit setelah menelan kekalahan 1-0 dari Lille di ajang Liga Europa mencoba tampil ofensif. Hanya, Roma mendapat perlawanan dari Fiorentina yang bermain dengan semangat tinggi. Apalagi, tim asuhan Stefano Pioli ini bermain di kandang sendiri.
Terbukti, Fiorentina berhasil unggul lebih dulu saat Moise Kean membobol gawang Miles Svilar di menit 14. Gol berawal dari aksi Hans Nicolussi Caviglia yang memberikan umpan kepada Kean.
Selanjutnya, Kean yang menguasai bola dan melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang. Ini menjadi gol pertama eks pemain depan Juventus ini bagi Fiorentina.
Hanya keunggulan 1-0 Fiorentina tak bertahan lama. Roma langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi pertandingan. Serangan mereka memaksa kiper David de Gea bekerja keras mengamankan gawang.
Namun gawang eks kiper Manchester United ini akhirnya bobol juga saat pemain sayap Matias Soule mencetak gol ekselen di menit 22. Ini berawal dari umpan tumit belakang Artem Dovbyk yang diterima Soule dan menuntaskannya dengan tendangan first time tanpa bisa diselamatkan De Gea.
Skor berubah 1-1 dan Roma kian agresif menekan pertahanan tuan rumah. Dan, delapan menit kemudian, usaha I Lupi pun kembali memberi hasil.
Kali ini, Bryan Cristante yang lolos dari pengawalan pemain belakang Fiorentina menyambut bola dari sepak pojok dan sundulannya menghunjam keras ke gawang. Skor berubah 2-1 dan bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Fiorentina berupaya bangkit untuk mengejar ketinggalan. Tuan rumah tercatat mendapat peluang melalui Roberto Piccoli.
BACA JUGA:
Namun sepakan dia masih membentur tiang gawang. Selanjutnya, Robin Gosens juga mendapat peluang mencetak gol. Hanya saja, sepakan dia dari jarak dekat masih melambung.
Fiorentina sesungguhnya menguasai permainan di sepanjang babak kedua. Namun mereka tak mampu memanfaatkan setiap peluang sehingga skor 2-1 tak berubah hingga akhir laga. Roma pun hanya butuh delapan menit untuk menang dan merebut takhta klasemen.