JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting belum merasakan kemenangan sama sekali setelah dia pulih dari masalah cedera bagian bahu pada awal Juli 2025.
Kekalahan terbaru Ginting dialami dalam babak pertama China Masters 2025 pada Rabu, 17 September 2025, melawan Leong Jun Hao (Malaysia) yang berakhir tiga gim 19-21, 21-5, dan 10-21.
Ginting tertinggal nyaris sepanjang gim pertama sebelum mendominasi gim kedua. Namun, di gim penentuan Leong memimpin dari awal sampai akhir.
"Pada gim ketiga sayangnya saya banyak melakukan kesalahan sendiri di awal. Padahal, niatnya adu seperti gim pertama. Selain itu, saya juga kurang bisa mengembangkan cara mainnya," kata Ginting.
BACA JUGA:
Ini merupakan turnamen kelima Ginting setelah pulih dari cedera bahu, masalah yang membuat dia absen selama kurang lebih enam bulan lamanya setelah Malaysia Open pada Januari 2025.
Empat turnamen yang dijalani Ginting sebelum di China Masters ialah Jepang Open (Super 750), China Open (Super 1000), Kejuaraan Dunia BWF, dan Hong Kong Open (Super 500).
Dari kelima kekalahan tersebut, Ginting bermain rubber game sebanyak empat kali. Selain di China Masters, dia juga bermain rubber game di China Open, Kejuaraan Dunia, dan Hong Kong.
"Sampai turnamen kelima ini, feeling dan cara main belum kembali 100 persen seperti dulu. Ini yang masih jadi pekerjaan rumah," kata pemilik medali perunggu Olimpiade 2020 itu.
Ginting termasuk satu dari tiga tunggal putra Indonesia yang bermain di China Masters 2025. Dia turun bersama juara dunia junior 2023, Alwi Farhan, dan Jonatan Christie.