JAKARTA - Kemenangan dramatis Paris Saint-Germain saat meraih UEFA Super Cup dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 4-3 (2-2) lewat adu penalti di Stadion Bluenergy atau Friuli, Udine, Kamis, 14 Agustus 2025 dini hari WIB.
Dramatis. PSG sudah tertinggal 2-0 di laga yang memperebutkan juara Liga Champions dan Liga Europa. Meski sempat memperkecil ketinggalan saat pemain pengganti asal Korea Selatan Lee Kang-in akhirnya memecah kebuntuan di menit 85, namun Tottenham diprediksi yang bakal tampil memenangkan Super Cup atau Piala Super Eropa.
Bagaimana tidak, saat laga memasuki injury time, Tottenham yang menyandang status juara Liga Europa masih unggul 2-1. Namun gol Lee telah memulihkan semangat dan kepercayaan diri pemain PSG.
Terbukti begitu pertandingan sudah hampir berakhir, tiba-tiba Goncalo Ramos membobol gawang Tottenham. Gol di menit 90+4 tidak hanya membuyarkan kemenangan Tottenham tetapi juga memberi harapan PSG untuk meraih trofi karena skor berubah menjadi 2-2.
Pertandingan berakhir 2-2 dan PSG terlihat lebih percaya diri dalam adu penalti. Gelandang Vitinha yang menjadi eksekutor pertama memang gagal. Namun empat penendang lainnya menjalankan tugas dengan baik.
Sementara, bek Micky van de Ven yang mencetak gol pertama Tottenham justru gagal menuntaskan eksekusi. Begitu pula Mathys Tel tak mampu menjalankan tugas sehingga PSG menang 4-3.
Keberhasilan ini menjadikan PSG mencetak rekor karena untuk kali pertama mampu memenangi Super Cup. Ya, PSG maupun Tottenham sama-sama belum pernah memenangi UEFA Super Cup atau Piala Super Eropa. PSG sendiri sempat sekali tampil memperebutkan trofi pada 1996.
Saat itu PSG yang berstatus juara Piala Winners harus mengakui keunggulan juara Liga Champions Juventus. Sementara Tottenham belum pernah sekalipun memenangi trofi itu.
Kemenangan atas Tottenham menjadikan tim asuhan Luis Enrique ini sukses mencetak quadruple atau empat trofi secara berurutan.
Sebelumnya, Les Parisiens meraih treble setelah memenangi Ligue 1 Perancis, Piala Perancis dan menutup kompetisi dengan mengangkat trofi Liga Champions. Ini untuk kali pertama PSG meraih treble sekaligus trofi kuping lebar.
Meski gagal di Piala Dunia Antarklub 2025 setelah kalah di laga final melawan Chelsea, namun PSG melanjutkan sukses di Piala Super Eropa.
"Kemenangan dengan cara seperti ini memang sungguh mengesankan," kata kapten Marquinhos. "Tim sekali lagi menunjukkan karakter meski kami secara fisik sesungguhnya tidak dalam kondisi terbaik," ujar bek PSG ini.
Enrique, lebih lanjut, mengatakan, "Saya sudah tak bisa berkata-kata lagi soal pertandingan ini...Kami hanya berlatih lima atau enam hari. Ini sungguh luar biasa," kata Enrique.
"Keberhasilan meraih trofi ini sungguh terasa istimewa," ucapnya lagi.
PSG Kesulitan
Di pertandingan itu, PSG memang kesulitan menghadapi agresivitas permainan Tottenham. Tidak bisa dipungkiri bila tim asuhan Thomas Frank ini terlihat lebih siap secara fisik dan mental.
Pasalnya, tim yang musim lalu menduduki peringkat 17 di klasemen Premier League Inggris ini melakoni banyak pertandingan pramusim.
Meski tak lagi diperkuat Son Heung-min yang sudah pergi, namun Tottenham mampu bermain maksimal. Klub London Utara ini pun berhasil memecah kebuntuan saat Van de Ven memanfaatkan bola rebound di menit 39. Tottenham pun unggul 1-0 saat menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, The Lilywhites masih bisa menjaga performa. Sebaliknya, PSG belum mampu keluar dari tekanan. Bahkan gawang Lucas Chevalier kembali kebobolan di menit-menit awal pertandingan.
Kali ini Cristian Romero yang membawa Tottenham unggul 2-0. Gol kapten yang menggantikan Son ini tercipta di menit 48.
Dalam posisi tertinggal dua gol, PSG berusaha bangkit. Hanya usaha mereka tak kunjung membuahkan hasil. Meski demikian, PSG tetap bermain menyerang. Apalagi, Ousmane Dembele dkk mampu menguasai permainan.
Usaha PSG akhirnya membuahkan hasil saat Lee yang masuk menggantikan Warren Zaïre-Emery sukses menaklukkan kiper Guglielmo Vicario di menit 85.
BACA JUGA:
Gol yang mengubah skor menjadi 2-1 itu langsung menaikkan adrenalin pemain PSG. Hasilnya, PSG akhirnya menyamakan skor saat Ramos membobol gawang Tottenham di menit 90+4.
Skor akhir 2-2 dan pertandingan diselesaikan adu penalti. PSG menuntaskannya dengan baik meski Vitinha gagal. Tottenham sendiri sepertinya tidak siap dengan adu penalti dan harus mengakui keunggulan PSG.