Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump telah resmi mengaktifkan pasukan Garda Nasional untuk memberantas kejahatan di ibu kota Washington DC.

Tentara di tingkat federal yang terdiri dari komponen cadangan militer AS unsur Angkatan Darat dan Angkatan Udara itu telah disiagakan di Monumen Washington sejak Selasa pekan ini, sembari menunggu perintah Trump. 

Pengerahan prajurit Garda Nasional di wilayah AS legal sampai batas waktu tertentu. Presiden AS menjadi pemegang komando tertinggi dalam pengerahan. 

Namun, tugas Garda Nasional terbatas pada pelindungan personel federal dan properti federal. Terkecuali, Presiden AS menyatakan telah terjadi pemberontakan, yang hingga kini belum pernah terjadi.

Pasukan Garda Nasional ketika dikerahkan ke Los Angeles oleh Presiden AS pada Oktober 2021. (Levi Meir Clancy-Unsplash)

Meski demikian, belum jelas alasan Garda Nasional disiagakan Trump di Monumen Washington. Kawasan tersebut diketahui terdiri dari museum, monumen, dan hamparan rumput. Dikenal juga sebagai lokasi yang relatif aman dan menarik minat kunjungan wisatawan dan rombongan sekolah.

Juru bicara Angkatan Darat AS, Kolonel Dave Butler, mengatakan Garda Nasional diperintah Trump untuk membantu penegak hukum setempat memberikan dukungan logistik, transportasi, dan tugas administrasi.

"Itu bagian dari tugas kami – untuk pergi ke monumen nasional [Monumen Washington] dan hadir," ujarnya kepada ABC News, Rabu 13 Agustus. 

Butler menambahkan, Garda Nasional yang disiagakan di Washington tidak menenteng senjata. Namun, diperkirakan diperbolehkan untuk menggunakannya dalam keadaan tertentu.

Pada Senin pekan ini, Trump mengumumkan akan mengambil alih Departemen Kepolisian Washington DC dan mengaktifkan pasukan Garda Nasional. Trump mengatakan itu demi misi menumpas kejahatan di Washington DC yang dianggapnya telah meningkat.

"Ada sesuatu yang di luar kendali," kata Trump  dalam konferensi persnya mengacu pada klaim kejahatan merebak di DC.

"Tetapi kami akan segera mengendalikannya, seperti yang kami lakukan di perbatasan selatan. Saya mengumumkan tindakan bersejarah untuk menyelamatkan ibu kota negara kita dari kejahatan, pertumpahan darah, kekacauan, kekumuhan, dan hal-hal yang lebih buruk lagi. Ini adalah Hari Pembebasan di DC, dan kami akan merebut kembali ibu kota kita," sambung Trump.