JAKARTA - Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur sama-sama memburu trofi pertama di UEFA Super Cup. Meski PSG lebih diunggulkan, namun Tottenham tetap berpeluang menciptakan kejutan dalam duel di Stadio Friuli, Udinese, Kamis, 14 Agustus 2025 dini hari WIB.
PSG telah menorehkan catatan kegemilangan saat untuk kali pertama mereka memenangi Liga Champions dengan menghajar Inter Milan 5-0. Ini merupakan skor terbesar di laga final kompetisi Eropa.
Dan, untuk kali pertama pula PSG meraih treble, yaitu merebut tiga trofi utama dalam satu musim.
Hanya sedikit tim yang mampu melakukannya. Bahkan tim sekelas Real Madrid, AC Milan maupun Liverpool tak bisa pernah meraih tiga trofi secara bersamaan.
Barcelona dan Bayern Munchen sudah dua kali melakukan treble. Sedangkan tim lain di antaranya, Manchester United, Manchester City, Inter Milan, Celtic, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven dan terakhir PSG.
Namun PSG gagal mengangkat trofi di Piala Dunia Antarklub 2025. Datang sebagai tim unggulan dan melangkah ke final secara meyakinkan, tim asuhan Luis Enrique harus mengakui keunggulan Chelsea.
Usai dari Amerika Serikat, PSG tak melakukan banyak pertandingan uji coba. Sebaliknya, Les Parisiens lebih sibuk mencari kiper baru menggantikan Gianluigi Donnarumma yang kontraknya tidak diperpanjang meski tinggal satu tahun lagi.
Bahkan Donnarumma tak lagi menjadi kiper pertama dan posisinya digantikan kiper anyar Lucas Chevalier yang dibeli dari Lille. Laga Piala Super Eropa pun langsung menjadi debut bagi Chevalier.
Meski demikian, PSG tetap optimistis menyambut pertemuan melawan juara Liga Europa. Bila mampu mengatasi Tottenham, maka PSG pun untuk kali pertama meraih trofi itu.
PSG sesungguhnya pernah tampil di Piala Super pada 1996. Saat itu, PSG memenangi Piala Winners yang merupakan kasta kedua Eropa sebelum berubah menjadi Liga Europa saat disatukan dengan Piala UEFA.
Hanya saja pada dua laga home and away, PSG harus mengakui keunggulan juara Liga Champions Juventus.
Hanya dalam penampilan kedua di Super Cup, PSG jelas kembali menjadi unggulan. Lawannya, Tottenham, memang kurang diperhitungkan meski sukses meraih trofi Liga Europa untuk kali pertama dengan mengalahkan MU 1-0.
Tottenham harus menunggu selama 17 tahun untuk mengakhiri dahaga gelar juara. Namun itu masih belum bisa menyelamatkan manajer Ange Postecoglou yang diberhentikan usai kompetisi. Posisinya kemudian digantikan Thomas Frank yang sukses menangani Brentford.
Selain itu, kapten Son Heung-min yang turut membawa Tottenham juara Liga Europa telah meninggalkan klub. Laga melawan PSG akan menjadi yang pertama bagi The Lilywhites tanpa kapten timnas Korsel itu.
Namun Frank memberi kesempatan kepada para pemain baru. Pemain depan Mohammed Kudus akan menjadi starter.
Begitu pula gelandang pinjaman dari Bayern, Joao Palhinha. Sedangkan bek anyar Kota Takai yang dibawa dari Jepang bakal mengawali laga dengan duduk di bench.
Tottenham sendiri melakoni banyak pertandingan uji coba. Tidak kurang enam laga persiapan di tur pramusim dan berakhir dengan kekalahan 4-0 lawan Bayern Munchen, pekan lalu.
Meski menutup pramusim dengan kekalahan telak, namun Frank optimistis menghadapi PSG untuk meraih trofi pertama.
"Ini pertandingan besar dengan tantangan yang tidak kalah besar. Saya melihat peluang ketimbang tekanan di laga ini. Tentu ini kesempatan besar bagi kami dan akan melakukan segalanya [untuk menang]," ucap Frank.
Di laga ini, Tottenham kehilangan James Maddison yang cedera ACL. Selain itu, Dejan Kulusevski dan Radu Dragusin masih belum pulih dari cedera panjang.
Prakiraan Susunan Pemain
Paris Saint-Germain: Chevalier; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Zaire-Emery, Vitinha, Fabian Ruiz; Doue, Dembele, Kvaratskhelia
Tottenham Hotspur: Vicario; Pedro Porro, Romero, Van de Ven, Spence; Bentancur, Palhinha, Sarr; Johnson, Richarlison, Kudus