JAKARTA - Tim Nasional (Timnas) Wanita Spanyol harus menelan pil pahit setelah takluk dari Inggris pada final Euro Wanita 2025 di St. Jakob Park, Basel, Swiss, Minggu, 27 Juli 2025.
La Roja takluk 1-3 dalam adu penalti setelah laga hingga perpanjangan waktu berakhir 1-1. Chloe Kelly dari Inggris mencetak gol penalti penenti untuk menjuarai Euro Wanita 2025.
Raihan itu sekaligus mempertahankan gelar yang mereka dapatkan pada edisi 2022. Tak hanya itu, Inggris juga mencetak rekor lain.
Pelatih mereka, Sarina Wiegman--yang membawa pasukannya bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Swedia melalui adu penalti di babak delapan besar dan mengalahkan Italia di semifinal dengan gol Kelly di babak perpanjangan waktu--menjadi pelatih pertama yang membawa asuhannya ke lima final kejuaraan besar (Piala Dunia dan Euro Wanita) satu-satunya.
BACA JUGA:
Dari lima final itu, tiga di antaranya berhasil menjadi juara, yaitu juara Euro Wanita 2017 bersama Belanda, kampiun Euro Wanita 2022 bersama Inggris, dan terbaru jawara Euro Wanita 2025.
Sementara di dua Piala Dunia Wanita, Wiegman membawa pasukannya menjadi runner-up, satu bersama Belanda (edisi 2019) dan satu lagi saat menukangi Inggris (edisi 2023).
Dengan kata lain, Wiegman mencatatkan rekor sebagai pelatih yang berhasil membawa timnya juara Euro Wanita tiga edisi beruntun.
Spanyol di sisi lain, dengan generasi emasnya yang tengah dalam tren apik--juara Piala Dunia Wanita 2023 dan UEFA Nations League 2024--tak bisa menghentikan keperkasaan Lionesses.
Memang, La Roja sempat unggul lebih dulu pada menit ke-25. Umpan silang Ona Batlle mengejutkan pertahanan Inggris, yang membuat Mariona Caldentey mencetak gol dengan sundulan untuk melewati kiper Hannah Hampton.
Lauren James kemudian mengalami cedera pergelangan kaki sehingga Inggris kian kesulitan. Namun, Chloe Kelly yang masuk dari bangku cadangan untuk menggantikannya tepat sebelum jeda justru terbukti menjadi pergantian yang menginspirasi.
Kelly membantu menutup sisi kiri pertahanan Inggris yang rapuh dan memberikan umpan silang kepada Alessia Russo pada menit ke-57 untuk dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Spanyol terus mendominasi penguasaan bola, tetapi tak mampu mencetak gol lagi hingga waktu normal berakhir.
Kisah ini berlanjut hingga babak perpanjangan waktu. Mereka terus menekan dan mencari peluang, tetapi tak mampu menembus pertahanan Inggris hingga skor akhir 1-1 di dua babak perpanjangan.
Memasuki adu penalti, Spanyol memulai dengan gemilang ketika Cata Coll menghentikan tendangan Beth Mead.
Hanya saja, kiper Inggris Hannah Hampton berhasil menyelamatkan gawangnya dari Caldentey dan Aitana Bonmati, membawa Lionesses unggul.
Coll kembali memperkecil ketertinggalan Spanyol dengan penyelamatan satu tangan untuk memblok tendangan Leah Williamson.
Namun, tendangan pemain pengganti Spanyol, Salma Paralluelo, melebar dari gawang.
Hal itu membuka jalan bagi Kelly untuk mengulangi aksi heroiknya pada 2022, ketika ia mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu atas Jerman yang membawa mereka meraih gelar juara Euro Wanita di Wembley.
Kelly melakukan jingkrak-jingkrak khasnya sebelum melesakkan bola ke gawang dan berlari dengan gembira untuk merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya di hadapan para suporter Inggris.
"Saya sangat bangga, sangat bangga dengan tim ini, sangat bersyukur mengenakan lencana ini. Saya sangat bangga menjadi orang Inggris."
"Saya tenang, saya tenang, dan saya tahu saya akan mencetak gol," kata Kelly.
Final tersebut adalah pertama kalinya sejak edisi perdana pada 1984--saat Inggris dikalahkan oleh Swedia--yang mana pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
"Luar biasa, luar biasa, menunjukkan sepanjang turnamen ini bahwa kami mampu bangkit ketika tertinggal satu gol. Kami memiliki semangat juang itu."
"Kami memiliki darah Inggris dalam diri kami. Jadi, kami pantang menyerah dan terus berjuang. Kami berhasil melakukannya hari ini," kata Hampton, dilansir dari ESPN.
Sementara itu, bagi Bonmati dari Spanyol, kekalahan itu terasa pahit.
"Sejujurnya, saya sudah tidak punya banyak emosi lagi. Saya sudah mengosongkan diri dari emosi. Kami semua kelelahan."
"Saya harus minta maaf karena pada akhirnya memang salah saya, tetapi saya tidak berhasil mencetak gol (penalti)."
"Selamat untuk lawan kami. Menurut saya, kami memang unggul dalam pertandingan, (tetapi) terkadang, itu tidak cukup dalam sepak bola," ujarnya.