JAKARTA – Petinju mantan juara dunia kelas berat Tyson Fury masih kesal dengan keputusan juri dalam pertandingan terakhirnya sebelum pensiun melawan Oleksandr Usyk.
Bentrok kedua nama tersebut berlangsung pada Desember 2024 di Riyadh, Arab Saudi. Usyk dinyatakan menang melalui keputusan bulat atau unanimous decision (UD) dalam bentrokan itu.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman mengatakan bahwa Fury masih belum merasa tenang dengan keputusan tersebut ketika mereka berdua berkomunikasi melalui telepon baru-baru ini.
"Ia mengatakan kepada saya bahwa ia tidak senang dengan keputusan dalam pertarungan kedua dengan Usyk. Ia masih sangat kesal dengan penilaian juri dan ia sangat marah," ujar Sulaiman dilansir Sky Sport.
Fury memutuskan untuk menggantung sarung tinjunya setelah bentrokan tersebut dan sampai saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda untuk kembali ke atas ring tinju.
Petarung berjuluk Raja Gipsi itu sempat dikaitkan dengan pertarungan melawan melawan rekan senegaranya Anthony Joshua. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan apa pun terkait itu.
BACA JUGA:
Sulaiman mengatakan bahwa Fury juga tidak menyinggung rencana untuk kembali ke atas ring dalam pembicaraan mereka. Jadi, comeback atau tidak semua kini berada di tangan Fury.
"Mungkin seperti dalam film The Godfather, mungkin kita akan mendengarnya berkata: 'Tepat saat saya pikir saya sudah keluar, mereka menarik saya kembali!' Kita tidak tahu…," kata Sulaiman.
Fury kehilangan gelar WBC dalam pertarungan kejuaraan tak terbantahkan melawan Usyk pada Mei 2024. Dia kemudian kalah lagi dalam pertandingan ulang mereka pada Desember 2024.
Dua kekalahan tersebut mengakhiri rekor tidak pernah kalah dalam 35 pertarungan sebelumnya. Di lain sisi, Usyk menjaga rekor belum kalah berkat kedua hasil itu.