JAKARTA - Paris Saint-Germain sama sekali tak kesulitan mengatasi Stade de Reims 3-0 di laga final Coupe de France atau Piala Perancis di Stade de France, Minggu, 25 Mei 2025 dini hari WIB. Keberhasilan itu menjadikan PSG meraih gelar ganda.
PSG tak mendapat perlawanan ketat dari Reims yang menempati papan bawah klasemen Ligue 1 Perancis. Dengan berada di peringkat 16, Reims harus berjuang agar tidak terdegradasi. Mereka masih memiliki kesempatan untuk bertahan di Ligue 1 lewat play-offs melawan Metz yang menduduki peringkat tiga Ligue 2.
Pada laga pertama, Reims yang pernah mendominasi sepak bola Perancis bermain imbang 1-1 melawan Metz. Selanjutnya, mereka bertindak sebagai tuan rumah pada play-offs kedua, Sabtu, 31 Mei 2025 dini hari WIB.
Berada di papan bawah, maka keberhasilan Reims melaju ke final Piala Perancis menjadi kejutan. Apalagi dalam perjalanan menuju laga puncak, mereka mampu menyingkirkan tim papan atas Monaco.
Saat bertemu PSG di final, Reims berharap menciptakan kejutan. Terutama dengan keberhasilan Keito Nakamura dkk menahan PSG 1-1 di kandang lawan di kompetisi domestik. Hanya saja, PSG masih terlalu kuat bagi Reims dan terbukti mereka berhasil mencetak tiga gol di babak pertama saja. Skor itu bertahan hingga laga usai.
Keberhasilan memenangi Piala Perancis kian mengukuhkan dominasi PSG di kancah sepak bola Perancis. Bagaimana tidak, tim asuhan Luis Enrique memperpanjang rekor juara di turnamen itu setelah 16 kali mengangkat trofi tersebut.
PSG pun kembali meraih gelar ganda musim ini. Sebelumnya, mereka sudah mempertahankan titel Ligue 1. Kini, Les Parisiens membidik trofi Liga Champions untuk kali pertama sekaligus meraih treble. Di laga final, PSG menghadapi Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Minggu, 1 Juni 2025 dini hari WIB.
"Kami telah menuntaskan pertandingan [final] dengan baik. Kini, kami mempersiapkan diri menghadapi final berikutnya [di Liga Champions]. Kami menghadapi pertandingan ini dengan penuh kepercayaan diri," kata pemain depan PSG Bradley Barcola yang mencetak brace.
PSG Tanpa Kiper Donnaruma
Di pertandingan final Coupe de France, PSG yang tidak menurunkan tim terbaik menunjukkan dominasi atas rivalnya. Enrique tidak memainkan kiper Gianluigi Donnarumma. Posisi Donnarumma diambil alih kiper kedua Matvey Safonov.
Sedangkan gelandang Khvicha Kvaratskhelia yang sempat masuk starting line up, tetapi kemudian digantikan Desire Doue di menit-menit terakhir. Kvaratskhelia yang duduk di bench pun tak dimainkan Enrique.
Meski tanpa skuad inti, namun PSG masih terlalu kuat bagi Reims. Lewat serangan bergelombang, mereka akhirnya memecah kebuntuan setelah Barcola membobol gawang lawan di menit 16.
Berawal dari umpan Doue kepada Barcola yang berdiri bebas. Pemain tim nasional Perancis ini kemudian membawa bola dengan melewati pemain Reims yang mencoba menghadangnya sebelum melepaskan tendangan ke gawang.
Unggul 1-0 menjadikan PSG kian agresif menekan lawan. Mereka pun tak butuh waktu lama untuk memperbesar keunggulan.
Hanya dalam tempo tiga menit, Barcola mencetak brace. Lagi-lagi, pemain yang masih berusia 22 ini mendapat assist dari Doue yang kemudian dikonversi menjadi gol.
Meski sudah leading dua gol, PSG tak menurunkan tempo permainan. Mereka tetap tak memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan. Bahkan striker Ousmane Dembele nyaris memperbesar keunggulan PSG. Namun peluang emas dia masih bisa digagalkan secara gemilang oleh kiper Yehvann Diouf.
Namun gawang Diouf akhirnya kebobolan untuk ketiga kalinya. Kali ini, Barcola yang membuat assist untuk dituntaskan Achraf Hakimi di menit 43. Skor berubah menjadi 3-0 untuk PSG dan bertahan hingga babak pertama usai.
BACA JUGA:
Di babak kedua, PSG tetap konsisten menyerang lawan. Paling tidak, mereka kembali mendapat peluang melalui Joao Neves dan Barcola. Hanya saja, dua peluang itu bisa digagalkan dengan baik oleh Diouf yang harus bekerja keras agar tidak kebobolan lagi.
PSG kemudian menurunkan tempo permainan. Mereka pun terlihat seperti menjalani sesi latihan karena Reims sama sekali tak mampu memberi perlawanan. Enrique melakukan banyak pergantian pemain. Skor pun tak berubah dan PSG tampil sebagai juara setelah menang 3-0.