Bagikan:

JAKARTA - Paris Saint-Germain selangkah lagi mencapai final Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal 1-0 di pertandingan semifinal pertama di Stadion Emirates, London, Rabu, 30 April 2025 dini hari WIB. Di laga itu satu-satunya gol PSG dihasilkan pemain depan Ousmane Dembele.

PSG mengukuhkan dominasinya atas klub-klub Premier League Inggris. Ya, di kompetisi Eropa musim ini, PSG bertemu Manchester City dan Arsenal di penyisihan grup. Saat itu, PSG sukses menghabisi Man City 4-2. Namun mereka harus mengakui keunggulan Arsenal 2-0.

Di babak knockout, tim elite Ligue 1 Perancis ini menyingkirkan tim kuat sekaligus unggulan Liverpool di babak 16 besar. Usai membendung ambisi The Reds, mereka kemudian bertemu tim Liga Premier lainnya, Aston Villa.

Kali ini, PSG menang 3-1 tetapi kalah 3-2 saat bermain di Villa Park. Hasil itu menjadikan PSG unggul agregat 5-4 dan mereka melangkah ke semifinal untuk menghadapi peringkat dua Liga Inggris, Arsenal.

Di laga tersebut, PSG mendapat perlawanan dari Arsenal yang bermain di kandang sendiri. Tim asuhan Mikel Arteta pun tampak sangat percaya diri setelah menyingkirkan raksasa La Liga Spanyol sekaligus juara bertahan,Real Madrid. Apalagi pada pertemuan di penyisihan grup, Arsenal memetik kemenangan secara meyakinkan atas PSG.

Kemenangan klub London Utara itu pada dua laga perempat final, 3-0 dan 2-1 di Santiago Bernabeu, saat menghadapi Madrid membawa mereka ke semifinal untuk kali pertama sejak 2009.

Hanya ambisi Arsenal meraih trofi kuping lebar untuk kali pertama itu terancam gagal. Pasalnya PSG justru berhasil memetik kemenangan di Emirates. Meski cuma unggul satu gol, ini sudah menjadi modal berharga juara Liga Perancis ini untuk melangkah ke final menghadapi Barcelona atau Inter Milan.

PSG yang juga membidik Liga Champions untuk pertama kalinya ini hanya butuh hasil imbang pada laga semifinal kedua yang digelar di kandang sendiri di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis, 8 Mei 2025 dini hari WIB.

Sebaliknya, peluang Arsenal belum tertutup. Hanya The Gunners harus bisa mengejar defisit gol dan membalikkan keadaan bila ingin menyingkirkan PSG.

"Terus terang, sulit menganalisis pertandingan ini. Kami sesungguhnya sudah berusaha bermain sesuai dengan cara kami dan berhasil mencetak gol di menit awal. Namun kami kemudian mengalami kesulitan meski seharusnya bisa mencetak gol kedua," ujar pelatih PSG Luis Enrique seperti dikutip laman UEFA saat menanggapi pertandingan tersebut.

"Laga kedua tetap tak mudah," kata pelatih yang pernah membawa Barcelona meraih treble.

PSG Tampil Meyakinkan

Dalam duel itu, PSG melakukan start meyakinkan. Permainan ofensif mereka mampu menyulitkan Arsenal yang justru terlambat panas. Selama 25 menit pertama, kecepatan dan pergerakan pasukan Enrique mampu merepotkan pertahanan tuan rumah.

Terbukti pertandingan baru berjalan empat menit, gawang Arsenal sudah kebobolan. Berawal dari aksi Khvicha Kvaratskhelia yang menerima bola pada sisi kiri pertahanan Arsenal.

Mantan pemain Napoli ini kemudian melepaskan umpan matang kepada Dembele. Peluang itu dimaksimalkan dengan baik oleh Dembele untuk menaklukkan kiper David Raya.

Ini merupakan gol ke-11 Dembele sekaligus menyamai rekor eks bintang klub itu, Kylian Mbappe yang sudah pindah ke Madrid.

Unggul 1-0 menjadikan PSG kian agresif menekan pertahanan lawan. Bahkan Arsenal terancam mendapat hukuman penalti saat Leandro Trossard menjatuhkan Achraf Hakimi di area terlarang. Beruntung, tindakan Trossard dinyatakan bersih sehingga tidak ada penalti.

Selanjutnya, sundulan Marquinhos yang menyambut umpan Hakimi juga nyaris memperbesar keunggulan PSG. Namun sundulan dia masih bisa diamankan Raya. Skor satu gol itu akhirnya bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSG tetap menunjukkan permainan yang impresif. Paling tidak ada dua peluang yang diciptakan Kvaratskhelia dan Desire Doue. Namun kiper Raya secara gemilang menggagalkannya.

Arsenal mencoba bangkit dan menekan pertahanan PSG. Tuan rumah akhirnya mendapat peluang melalui Gabriel Martinelli saat menyambut bola silang Bukayo Saka. Hanya tendangan dia bisa digagalkan kiper Gianluigi Donnarumma.

Gagal mengonversi peluang itu menjadi gol, Arsenal tak menyerah. Di menit 47, gelandang Mikel Merino sempat membuat pendukung tuan rumah bersorak. Sundulannya yang menyambut tendangan bebas Declan Rice berhasil menaklukkan Donnarumma.

Namun setelah wasit meninjau gol itu cukup lama lewat VAR, gol itu akhirnya dianulir. Merino dalam posisi offside sebelum membobol gawang PSG.

Arsenal tetap berusaha mengejar ketinggalan gol melalui serangan ofensif. Mereka sepenuhnya mendominasi permainan sepanjang babak kedua. Hanya saja upaya Martin Odegaard dkk kunjung membuahkan hasil.

Apalagi, Donnarumma menunjukkan penampilan mengesankan. Kiper tim nasional Italia ini berkali-kali menggagalkan peluang Arsenal. Termasuk peluang bagus Trossard yang digagalkan Donnarumma.

Saat laga memasuki bagian akhir, PSG kembali melakukan tekanan. Bahkan Bradley Barcola dan Goncalo Ramos nyaris memperbesar keunggulan PSG.

Sayangnya, sepakan Bradley masih melebar. Selanjutnya giliran Ramos yang hampir saja mencetak gol bila tendangannya tidak membentur tiang gawang. Tidak ada gol yang tercipta dan skor 1-0 untuk PSG tak berubah hingga akhir laga.