JAKARTA - Paris Saint-Germain melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Arsenal yang kembali gagal. Pada laga kedua semifinal di Stadion Parc des Princes, Kamis, 8 Mei 2025 dini hari WIB. PSG menang 2-1. Di final, PSG menghadapi Inter Milan yang menaklukkan Barcelona dengan agregat 7-6.
Arsenal kembali gagal menjemput impian meraih trofi kuping lebar. Bahkan untuk ke sekian kalinya Arsenal mengakhiri musim kompetisi tanpa mampu memenangi satu pun trofi.
Sebelumnya, klub London Utara ini kalah bersaing dengan Liverpool di kompetisi Premier League Inggris. Liverpool sama sekali tak terbendung dengan perolehan poin yang unggul jauh dibandingkan Arsenal yang hanya bisa membayangi di posisi kedua.
Buntutnya, Liverpool tak sulit merengkuh trofi untuk ke-20 sekaligus menyamai rekor Manchester United saat kompetisi belum berakhir.
Bagaimana dengan Arsenal? Mereka sudah tak pernah lagi menjadi juara liga sejak 2004. Saat itu, The Gunners masih ditangani Arsene Wenger dan selanjutnya, mereka lebih sering menjadi pecundang.
Begitu pula ambisi Arsenal yang tak pernah bisa memenangi Liga Champions. Bahkan Arsenal kalah dengan Aston Villa yang pernah juara saat masih disebut Piala Champions. Sementara, Nottingham Forest sudah dua kali memenanginya.
Paling tidak, mereka sejajar dengan Liverpool, MU, Chelsea dan Manchester City yang pernah juara. Man City menjadi tim Liga Premier terakhir yang menjadi juara pada 2023. Di final, mereka menaklukkan Inter 1-0.
Prestasi terbaik Arsenal sendiri hanya sampai final pada 2006. Di laga puncak, mereka dipaksa menyerah Barcelona 2-1. Sedangkan di musim lalu, Arsenal hanya bertahan di perempat final sebelum disingkirkan Bayern Munchen.
Sebaliknya, PSG membuka peluang memenuhi ambisi menjadi juara Liga Champions untuk kali pertama. Ya, PSG sesungguhnya pernah mencapai final pada 2020. Namun klub Ligue 1 Perancis ini harus mengakui keunggulan Bayern 1-0.
Kini, PSG berhasil menjaga peluang mengejar mimpi justru setelah ditinggalkan Kylian Mbappe yang pindah ke Madrid. Mbappe meninggalkan PSG karena tak mampu memenuhi impian juara di kompetisi Eropa.
Madrid yang berstatus juara bertahan malah sudah tersingkir di perempat final. Arsenal sukses menghancurkan Los Merengues dengan agregat 5-1.
Dalam duel kedua tersebut, PSG memang sedikit di atas angin karena sudah unggul 1-0 di Emirates. Mereka hanya butuh imbang untuk menyingkirkan Arsenal.
Sebaliknya, Arsenal harus bekerja ekstrakeras karena mengejar defisit gol saat bermain di kandang lawan. Manajer Mikel Arteta sesumbar Arsenal bakal mencetak sejarah dengan mengalahkan PSG di Paris.
Hanya, Arsenal kesulitan memenuhi ambisi tersebut. Meski unggul dalam penguasaan bola, namun Arsenal tak kunjung mampu menembus pertahanan PSG. Selain itu, kiper Gianluigi Donnarumma bermain cemerlang dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang.
Saat Arsenal melakukan tekanan, PSG justru mampu memanfaatkan celah untuk membobol gawang David Raya. Di menit 27, Fabian Ruiz sukses membawa PSG unggul setelah mencetak gol dengan menyambar bola liar.
Berawal dari upaya gelandang Thomas Partey yang hendak memotong bola silang dari tendangan bebas. Namun bola justru menjadi liar yang langsung disambut Ruiz.
Skor 1-0 untuk PSG. Gol itu membangkitkan semangat pemain PSG. Apalagi, mereka sudah unggul agregat 2-0. Permainan ofensif tim asuhan Luis Enrique mulai membuat Arsenal kelabakan. Hanya, tuan rumah masih gagal memperbesar keunggulan. Skor itu bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, PSG tetap bermain menyerang. Namun Arsenal masih unggul dalam ball possession. Meski demikian, serangan Arsenal selalu kandas di barisn pertahanan PSG.
Bahkan tuan rumah PSG justru mendapat peluang memperbesar keunggulan saat wasit memberikan hadiah penalti di menit 69. Penalti diberikan setelah gelandang Myles Lewis-Skelly dinilai menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.
Meski mendapat protes dari Lewis-Skelly, namun wasit tetap pada keputusannya. Hanya saja, Vitinha gagal menuntaskan eksekusi itu. Kiper Raya berhasil menggagalkan tendangan Vitinha.
Gagal menambah gol tak membuat PSG kehilangan semangat. Mereka tetap bermain ofensif demi menekan pertahanan Arsenal.
Upaya mereka tak sia-sia karena bek Achraf Hakimi justru berhasil memecah kebuntuan. Hakimi yang menyambut assist Ousmane Dembele sukses memperbesar keunggulan PSG menjadi 2-0 di menit 72.
BACA JUGA:
Arsenal kian sulit mengejar ketinggalan gol. Meski demikian mereka akhirnya bisa memperkecil kekalahan. Tak lama berselang, pemain depan Bukayo Saka berhasil menaklukkan Donnarumma di menit 76.
Skor berubah 2-1. Tidak ada lagi gol yang tercipta dan PSG memenangkan pertandingan. Mereka unggul agregat 3-1 sehingga lolos ke final untuk menghadapi Inter di Allianz Arena, Munich, 1 Juni 2025 dini hari WIB.