JAKARTA - Napoli menyamai poin pimpinan klasemen Inter Milan setelah mengalahkan Monza 1-0 di pertandingan Serie A Italia di Stadion U-Power, Sabtu, 19 April 2025 malam WIB. Pelatih Antonio Conte menyebut Napoli sudah melampaui target dengan menjaga persaingan memperebutkan Scudetto.
Napoli memburu Scudetto kedua dalam tiga tahun terakhir setelah meraih kemenangan tipis atas Monza. Kemenangan itu menjadikan persaingan di posisi puncak kian sengit saat kompetisi menyisakan beberapa pertandingan lagi.
Tambahan tiga poin itu menjadikan Napoli mengantungi poin 71. Mereka menyamai poin Inter, namun Napoli masih kalah selisih gol sehingga belum mampu menggeser sang juara bertahan. Inter sendiri baru akan bertanding melawan Bologna pada Minggu, 20 April 2025 malam ini.
Keberhasilan Napoli menyamai poin Inter sekaligus menjaga persaingan memperebutkan Scudetto membuat Conte puas. Apalagi, Napoli tetap tak diperhitungkan saat mengarungi kompetisi musim ini. Tim sudah berganti pelatih dan Conte mengawali musim ini dengan kondisi kurang meyakinkan.
Bagaimana tidak, Napoli mengakhiri kompetisi musim lalu dengan menduduki peringkat 10. Hasil yang mengecewakan karena sebelumnya I Partenopei meraih titel Liga Italia untuk kali pertama setelah puasa trofi selama 33 tahun.
"Kami bertarung untuk sesuatu yang sesungguhnya tidak terbayangkan sama sekali dan memang bukan menjadi harapan kami," kata Conte. Menurut eks pelatih Inter dan Juventus ini, Napoli memang tidak ditargetkan meraih gelar juara. Namun mereka diharapkan bisa masuk zona Liga Champions.
"Di awal musim, siapa yang berani mengatakan bila Napoli akan bersaing dengan Inter memperebutkan posisi pertama?...Ternyata kami sudah melampaui target," ucap Conte lagi.
Conte kian merasa puas karena Napoli akhirnya meraih kemenangan pertama di kandang lawan sejak pertengahan Januari 2025. Saat itu mereka menang 3-2 atas Atalanta.
Kini, Conte berharap tim mampu menjaga perfoma saat menyelesaikan kompetisi. Mereka diuntungkan karena Inter masih harus membagi fokus di Liga Champions dan Coppa Italia.
"Kami harus tetap memiliki keyakinan dan berharap sedikit keberuntungan. Hanya saja, keberuntungan memang sulit diperoleh sejak Januari lalu. Kami menghadapi masa sulit. Namun dalam situasi sulit, kami bisa menciptakan pondasi yang penting dan kuat," ujar pelatih yang pernah menangani Chelsea dan Tottenham Hotspur ini.
Dalam pertandingan itu, Napoli harus bekerja keras menghadapi Monza yang menduduki dasar klasemen. Monza butuh 11 poin untuk keluar dari zona degradasi sehingga mereka fight habis-habisan saat bermain di kandang sendiri.
Meski demikian, Napoli yang mengendalikan permainan sudah mengancam pertahanan tuan rumah di menit-menit awal. Tendangan bebas gelandang Scott McTominay berpeluang membobol gawang Monza bila tidak digagalkan kiper Stefano Turati.
Selanjutnya, sundulan Amir Rrahmani juga masih melebar. Striker Romelu Lukaku juga nyaris mencetak gol bagi Napoli. Namun sundulan eks penyerang Manchester United ini masih bisa diblok barisan pertahanan Monza.
Monza memang jarang melakukan tekanan. Mereka kalah dalam penguasaan bola meski sempat mendapat peluang melalui Gaetano Castrovilli menjelang akhir babak pertama. Hanya sepakan Castrovilli dari sudut yang sempit masih gagal.
BACA JUGA:
Setelah berkali-kali gagal, Napoli akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua. McTominay yang akhirnya membawa Napoli meraih tiga poin setelah mencetak gol di menit 72. Sundulan eks gelandang MU yang menyambut sepak pojok Giacomo Raspadori membawa Napoli unggul 1-0.
Ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta. Hingga laga usai, keunggulan satu gol Napoli tak berubah.
Bagi Monza ini menjadi kekalahan ke-22 dalam satu musim ini. Monza yang promosi ke Serie A pada 2022 hampir dipastikan kembali ke Serie B.