Bagikan:

JAKARTA - Inter Milan lolos ke semifinal Liga Champions setelah bermain imbang 2-2 melawan Bayern Munchen di pertandingan kedua perempat final di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Kamis, 17 April 2025 dini hari WIB. Di semifinal, Inter bertemu lawan tangguh, Barcelona.

Laga melawan Barca merupakan ulangan semifinal Liga Champions 2010. Saat itu, Inter sukses mengatasi Barca yang masih diperkuat Lionel Messi dan melaju ke final. Di laga puncak, Inter mengalahkan Bayern yang menjadikan klub Serie A Italia yang saat itu ditangani Jose Mourinho meraih treble.

Meski kalah dalam jumlah trofi kuping lebar dengan rival satu kota AC Mlan yang sudah juara hingga tujuh kali, namun Inter masih menjadi satu-satunya klub Italia yang pernah meraih tiga trofi dalam satu musim.

Kini, Inter berharap pelatih Simone Inzaghi mengikuti sukses Mourinho meraih treble. Pasalnya Inter masih menduduki puncak klasemen Liga Italia. Mereka juga mencapai semifinal Coppa Italia.

Di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Inter berhasil melewati ujian berat dengan menyingkirkan Bayern yang merupakan pimpinan klasemen Bundesliga Jerman. Sukses Nerazzurri tidak terlepas dari kemenangan 2-1 yang diraih pada laga pertama di kandang Bayern.

Saat bertindak sebagai tuan rumah di laga kedua, Inter justru mengalami kesulitan. Mereka sempat kecolongan gol sebelum berbalik unggul 2-1. Bayern sendiri hanya bisa memaksakan imbang 2-2 sehingga Inter unggul agregat 4-3 dan lolos ke semifinal.

"Malam yang indah dan penuh gairah di stadion kami. Di hadapan pendukung, kami menghadapi lawan yang sangat kuat," kata Inzaghi seperti dikutip reuters.com.

"Kami menjalani dua pertandingan besar dan kami melakukan segala upaya untuk menang. Saya senang menyaksikan para pemain akhirnya bersuka cita. Kami berbagi keberhasilan ini dengan segenap Inter. Kami sangat bahagia bisa terus melangkah di kompetisi yang panjang ini," ucapnya .

Sementara, striker Lautaro Martinez menyatakan Inter tak pernah menyerah meski menghadapi lawan kuat. Mereka tetap bermain dengan semangat tinggi meski lawan sempat membuka peluang menghalangi laju Inter saat unggul lebih dulu melalui gol Harry Kane.

"Kami akan mengingat momen kemenangan ini untuk waktu yang lama," kata Martinez.

"Inter tidak akan pernah menyerah. Kami punya kepribadian, hati dan pikiran. Kami memang mengalami kesulitan, tetapi kami sekali lagi menunjukkan bahwa kami mampu melakukan hal-hal besar. Setiap mengawali musim, kami selalu berusaha memenangi setiap trofi," ucapnya.

Inter Milan Terbebani

Di pertandingan itu, Inter seperti terbebani saat bermain di kandang sendiri. Kemenangan di laga pertama membuat mereka tak bisa bermain lepas. Sebaliknya, Bayern yang harus mengejar defisit gol justru bermain lebih agresif.

Kiper Yann Sommer sudah harus bekerja keras saat mengamankan tendangan Thomas Mueller di menit-menit awal pertandingan.

Selanjutnya, Mueller pula yang berhasil memanfaatkan kesalahan gelandang Nicolo Barella dengan merebut bola. Dia kemudian memberikan umpan kepada Michael Olise. Namun Alessandro Bastoni berhasil menggagalkannya.

Pemain Inter kembali dipaksa bekerja keras menghadapi permainan ofensif Bayern. Mueller kembali memberi ancaman dengan melepaskan tendangan yang kemudian diblok bek Matteo Darmian.

Peluang berikutnya diperoleh pemain sayap Leroy Sane. Namun, Sommer mampu menggagalkan tendangan Sane yang mencoba memanfaatkan bola rebound. Skor di babak pertama tetap 0-0.

Di babak kedua, Bayern tetap bermain menyerang. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil saat Kane memecah kebuntuan di menit 52. Kane mencetak gol ke-11 di kompetisi Eropa musim ini setelah menyelesaikan assist dari Leon Goretzka.

Dalam posisi tertinggal 1-0, Inter akhirnya bangkit dan mulai bermain terbuka. Hanya berselang enam menit, Inter sudah bisa menyamakan kedudukan saat Martinez membobol gawang Bayern yang dikawal Jones Urbig.

Berawal dari sundulan Martinez yang menyambut sepak pojok. Namun sundulannya masih bisa dihalau Joshua Kimmich. Bola pun rebound dan kali ini Martinez tak melakukan kesalahan untuk mencetak gol.

Gol itu menjadikan pertandingan kian sengit. Apalagi, Inter mulai bermain lebih agresif. Bahkan tuan rumah kembali mencetak gol hanya berselang tiga menit. Kali ini, eks bek Bayern, Benjamin Pavard, sukses menambah gol sekaligus membalikkan keadaan di menit 61.

Skor berubah 2-1 untuk Inter dan harapan Bayern untuk mengejar defisit gol pun menipis. Meski demikian, tim asuhan Vincent Kompany sempat menambah gol untuk menyamakan skor di menit 76.

Gol dihasilkan Eric Dier yang mengubah kedudukan menjadi 2-2. Tidak ada tambahan gol dan skor itu bertahan hingga laga usai. Inter pun melaju ke semifinal.