JAKARTA - Arsenal kembali gagal mengukir prestasi memenangi titel Premier League Inggris. Harapan juara Arsenal pupus setelah gagal mengalahkan Manchester United dan hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam duel di Stadion Old Trafford, Minggu, 9 Maret 2025 malam WIB.
Arsenal nyaris tumbang bila tidak diselamatkan Declan Rice. MU yang masih berkutat di papan bawah benar-benar menyulitkan Arsenal. Meski tak diunggulkan dan memiliki rekor buruk karena dalam empat pertemuan terakhir di Liga Premier MU selalu kalah, namun mereka mampu menunjukkan penampilan terbaik saat menjamu Arsenal.
Di laga itu, kapten Bruno Fernandes membawa The Red Devils unggul lebih dulu. Gol MU tercipta pada injury time babak pertama lewat bola mati Fernandes. Proses golnya pun termasuk indah. Bola tendangan bebas sang kapten melayang melewati dinding pemain Arsenal sebelum meluncur deras ke gawang David Raya.
Gol itu menjadikan Arsenal kalang-kabut. Bagaimana tidak, mereka sudah tertinggal 16 poin dengan Liverpool yang menang 3-1 atas Southampton. Kemenangan itu mengukuhkan posisi Liverpool di puncak klasemen dan sudah mendekati ambang juara liga.
Arsenal tentu berharap bisa membayangi Liverpool. Beruntung, Arsenal akhirnya bisa menyamakan skor menjadi 1-1 setelah Rice menaklukkan kiper Andre Onana di menit 74.
Sayangnya, The Gunners gagal menambah gol. Alhasil, skor itu bertahan hingga laga usai dan Arsenal gagal membawa tiga poin saat kembali ke London.
Kini, Arsenal yang mengantungi poin 55 hanya mampu memangkas satu poin dengan Liverpool. Meski menyimpan satu pertandingan, namun mereka sudah tertinggal 15 poin. Dengan 10 pertandingan sisa, Arsenal secara matematis, masih bisa mengejar Liverpool.
Namun dalam sepak bola, jarak yang lebih dari 10 poin jelas sudah sulit untuk mengejar Liverpool. Apalagi The Reds hanya butuh lima kemenangan dan sekali imbang dari sembilan laga terakhir mereka untuk menyegel titel liga. Itu pun dengan catatan Arsenal memenangkan seluruh pertandingan terakhir.
Ini yang menjadikan perebutan titel Premier League sudah berakhir. Liverpool pun menyamai rekor MU. Mereka sama-sama menjadi juara liga untuk ke-20 kali sekaligus menjadi tim yang paling banyak memenanginya.
Sementara, Arsenal untuk ketiga kalinya secara berturut-turut selalu kalah bersaing dalam perebutan titel liga. Mereka hanya mampu menjadi runner up dan belum pernah juara sejak 2004. Saat itu, Arsenal masih ditangani sang legenda Arsene Wenger.
Kegagalan yang membuat manajer Mikel Arteta kecewa. Dirinya kembali gagal memenuhi ekspetasi dengan mengakhiri puasa gelar juara liga Arsenal.
"Ini membuat kami frustrasi. Kami tak bisa menang meski mendominsi permainan. Apalagi kami punya sejumlah peluang di babak pertama. Namun kami lebih sering menyia-nyiakannya dan melakukan banyak kesalahan," kata Arteta yang tetap menolak argumen bila Arsenal sudah gagal memenang trofi liga.
"Saya tidak mengatakan hal itu. Saya hanya frustrasi karena kami gagal menang. Sementara kami harus bisa memenangkan setiap pertandingan. Untuk saat ini belum saatnya membicarakan hal itu [kegagalan juara Arsenal]," ujar dia lagi. Namun dia kemudian menolak menjawab pertanyaan Sky Sports yang hendak memastikan bila Arsenal sudah gagal dalam perebutan titel liga.
Meski demikian, Arteta mengakui tak mudah meraih poin di Old Trafford. Hasil imbang itu juga menjadikan Arsenal selalu gagal meraih poin pada tiga laga terakhir. Ini yang menjadikan mereka kesulitan memangkas jarak poin dengan Liverpool yang tak berhenti meraih kemenangan.
MU Tetap di Bawah
Sementara, MU masih berkutat di papan bawah karena hanya menambah satu poin. Mereka naik satu strip saja dan kembali menduduki peringkat 14 dengan mengantungi poin 34. Sama dengan Tottenham Hotspur yang bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth. Namun Tottenham unggul selisih gol sehingga menempati posisi 13.
MU memang masih berada di zona bawah, namun posisi mereka sudah cukup aman dari ancaman degradasi. Hanya saja, The Red Devils juga sulit mendapat tempat di zona Eropa. Tim asuhan Ruben Amorim baru bisa berkompetisi di Eropa bila memenangi Liga Europa. Bahkan tim mendapat jatah tiket ke Liga Champions bila menjadi juara.
Keberhasilan menahan Arsenal menunjukkan MU justru bermain bagus dan mampu meraih poin saat menghadapi tim-tim papan atas. Mereka sukses mengalahkan Manchester City 2-1 di Etihad dan menahan Liverpool 2-2 di Anfield. Sebaliknya, MU beberapa kali menelan kekalahan melawan tim-tim yang tak diperhitungkan.
"Saya tidak tahu tentang hal itu. Di pertandingan-pertandingan seperti itu [melawan tim kuat], kami mungkin bisa membangun pertahanan dengan lebih baik. Dan ini sangat membantu kami," kata Amorim.
"Namun di pertandingan lain, kami bermain terbuka dan ini justru menyulitkan kami. Kadang saat ingin melakukan tekanan, kami mengalami kesulitan karena karakter pemain yang memang kurang pas untuk bermain seperti itu," ujar eks platih Sporting CP yang tidak segan memuji Fernandes.
"Yang saya ingin katakan adalah kami butuh lebih banyak pemain seperti Bruno. Tidak hanya soal kualitas tetapi juga karakter. Dia memang pernah melakukan kesalahan. Namun dia jelas pemain yang menjadi penentu, baik saat menguasai bola atau tanpa bola," katanya.
BACA JUGA:
Di laga yang diwarnai aksi protes suporter MU yang mengecam sang pemilik klub, hasil tersebut menjadi modal cukup bagus bagi pasukan Amorim saat melakoni pertandingan Liga Europa melawan Real Sociedad.
Mereka menjamu lawan dari La Liga Spanyol itu di laga kedua 16 besar pada pertengahan pekan ini. Pada laga pertama, MU bermain imbang 1-1.