JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 merespons kerusuhan suporter yang terjadi pada pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu, 16 Februari 2025.
LIB meminta polisi untuk menindak suporter yang berbuat anarkis.
"Berkaitan dengan keributan suporter, LIB juga meminta pihak keamanan menindak tegas bagi suporter yang anarkis, melakukan perusakan, dan lain-lain."
"Seperti yang diketahui, sempat terjadi insiden keributan penonton atau suporter pada laga Persija versus Persib tersebut," tulis pihak LIB melalui keterangan resmi dikutip Selasa, 18 Februari 2025.
PT LIB juga meminta Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk mengambil tindakan tegas terkait insiden kericuhan suporter agar tidak menjadi kebiasaan bagi pendukung klub lain. Dalam pertandingan itu diketahui ada 37 orang yang diamankan terkait kericuhan.
BACA JUGA:
"Kami mengapresiasi respons cepat Panitia Pelaksana Persija dan kepolisian dalam menangani keributan suporter sehingga semuanya bisa dikendalikan," ujar Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus.
Lebih lanjut, LIB menyatakan telah melakukan antisipasi dengan melakukan pendampingan atau berkoordinasi langsung dengan Panitia Pelaksana (Panpel) Persija sejak beberapa hari sebelum laga.
"Hal ini sangat perlu karena alasan rivalitas kedua tim. Hal itu terbukti penonton atau suporter pendukung Persija sangat membludak, sampai tidak tertampung."
"Upaya antisipasi tersebut juga melibatkan kerja sama yang erat dengan pihak kepolisian guna memastikan kelancaran jalannya pertandingan dan keamanan seluruh pihak yang terlibat," tulis pihak LIB.
Selain itu, LIB menyatakan pihak kepolisian telah melakukan body check kepada para penonton sebelum memasuki stadion guna mencegah barang terlarang masuk ke dalam area pertandingan. Apel pengamanan pasukan juga digelar sebelum pertandingan dimulai.
"LIB berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pertandingan ini, termasuk pihak LOC (Panitia Penyelenggara Lokal) serta kepolisian," tulis pihak LIB.