Bagikan:

JAKARTA - Atalanta BC menghadapi misi berat di Gewiss Stadium pada Selasa malam 18 Februari, atau Rabu dini hari WIB saat mereka berusaha membalikkan ketertinggalan satu gol dari leg pertama melawan Club Brugge dalam babak playoff sistem gugur Liga Champions.

Tuan rumah ingin kembali ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2020-21, sementara tim tamu dari Belgia berharap bisa melaju ke fase berikutnya untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir.

Atalanta memasuki babak playoff ini sebagai tim unggulan setelah finis di peringkat kesembilan dalam fase liga Liga Champions. Namun, mereka harus kecewa karena gagal lolos langsung ke babak 16 besar. Pada laga terakhir fase liga, mereka masih berada di posisi ketujuh sebelum akhirnya tergeser ke playoff setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Barcelona.

Tim asuhan Gian Piero Gasperini tampaknya akan mengakhiri leg pertama dengan hasil imbang setelah Mario Pasalic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-41 untuk membalas gol awal Ferran Jutgla. Namun, ada insiden kontroversial di menit-menit akhir saat wasit menghadiahkan penalti kepada Club Brugge setelah Isak Hien dianggap melanggar Gustaf Nilsson di dalam kotak penalti.

Meskipun VAR tetap mempertahankan keputusan tersebut, banyak pihak yang menilai keputusan itu merugikan Atalanta. Nilsson yang menjadi eksekutor sukses mencetak gol kemenangan bagi Brugge, membuat Atalanta menelan kekalahan tandang pertama mereka di kompetisi Eropa musim ini.

Kekalahan ini jelas memberikan tantangan besar bagi Atalanta, yang kini harus meraih kemenangan jika ingin memastikan tempat di babak 16 besar. Namun, performa mereka di laga terakhir Serie A justru menimbulkan kekhawatiran. Mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Cagliari di kandang, hasil yang semakin menjauhkan mereka dari perburuan gelar juara Serie A. Saat ini, Atalanta tertahan di posisi ketiga dengan selisih lima poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Statistik juga tidak berpihak kepada Atalanta. Mereka hanya menang sekali dalam enam laga kandang terakhir di semua kompetisi. Jika ingin lolos, mereka harus tampil lebih efektif di depan gawang dan tidak menyia-nyiakan peluang yang ada.

Di sisi lain, Club Brugge berhasil lolos ke babak sistem gugur ini dengan cukup dramatis. Mereka hanya unggul selisih gol atas Dinamo Zagreb yang finis di posisi ke-25 fase liga. Brugge mencatat tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam delapan laga mereka di fase liga.

Dua kemenangan mereka diraih saat menghadapi Aston Villa dan Sporting Lisbon di kandang, menunjukkan bahwa mereka cukup kuat saat bermain di Belgia. Bukti lain dari ketangguhan mereka di kandang terlihat pada kemenangan tipis atas Atalanta di leg pertama, yang sekaligus mengakhiri rekor buruk mereka melawan tim-tim Italia di kompetisi UEFA. Sebelum kemenangan itu, Brugge sudah tidak pernah menang dalam 15 pertemuan melawan tim Italia.

Akan tetapi, laga tandang tetap menjadi tantangan bagi Club Brugge. Mereka hanya menang sekali dalam 11 pertandingan tandang terakhir melawan klub Italia di kompetisi Eropa. Terakhir kali mereka bertandang ke Italia, Blauw-Zwart kalah 3-1 dari AC Milan pada Oktober lalu.

Namun, performa mereka di liga domestik cukup menjanjikan. Pada Sabtu lalu, Brugge nyaris kalah saat melawan Sint-Truiden sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Hans Vanaken dan Christos Tzolis di menit ke-90. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dalam empat laga terakhir di semua kompetisi.

Jika ingin lolos ke babak 16 besar, Brugge hanya perlu menahan imbang Atalanta. Statistik juga berpihak kepada mereka, karena dari 16 laga sistem gugur Eropa di mana mereka menang di leg pertama, Brugge berhasil lolos sebanyak 14 kali.

Atalanta akan bermain tanpa dua bek utama mereka, Odilon Kossounou dan Giorgio Scalvini, yang masih cedera. Selain itu, striker Gianluca Scamacca juga dipastikan absen.

Masih ada keraguan mengenai kebugaran Ademola Lookman, yang belum bermain sejak 25 Januari karena cedera lutut. Gasperini berharap pemain kuncinya ini bisa kembali tepat waktu untuk membantu Atalanta membalikkan keadaan.

Daniel Maldini dan Sead Kolasinac masih akan dinilai kebugarannya sebelum laga, sementara Ibrahim Sulemana diragukan tampil setelah mengalami cedera di pertandingan melawan Cagliari.

Untuk laga krusial ini, Gasperini diprediksi akan menurunkan skuad terbaiknya. Rui Patricio kemungkinan besar akan kembali mengawal gawang, sementara Berat Djimsiti, Raoul Bellanova, Marten de Roon, Ederson, Davide Zappacosta, dan Charles De Ketelaere akan masuk starting XI setelah diistirahatkan pada laga akhir pekan lalu.

Dari sisi tim tamu, Brugge kemungkinan besar masih belum bisa diperkuat oleh bek Bjorn Meijer yang sudah absen dalam enam pertandingan terakhir akibat cedera.

Pelatih Nicky Hayen diprediksi akan melakukan beberapa perubahan dari laga akhir pekan lalu. Raphael Onyedika dan Christos Tzolis kemungkinan besar akan kembali ke starting XI setelah tampil sebagai cadangan di laga melawan Sint-Truiden.

Onyedika akan mengisi lini tengah bersama Ardon Jashari, sementara Tzolis yang mencetak gol penyama kedudukan di laga terakhir akan bermain di sisi kiri lini serang Brugge.

Di lini depan, Ferran Jutgla masih menjadi pilihan utama sebagai striker setelah mencetak gol pembuka di leg pertama.

Atalanta harus tampil lebih tajam di lini depan jika ingin membalikkan keadaan. Namun, mereka menghadapi Brugge yang memiliki rekor bertahan cukup baik dan hanya perlu menghindari kekalahan.

Jika Atalanta mampu mencetak gol cepat, mereka berpeluang besar untuk membalikkan agregat. Namun, jika Brugge berhasil bertahan dengan baik, bukan tidak mungkin mereka mencuri hasil imbang atau bahkan kemenangan di Gewiss Stadium.

Perkiraan susunan pemain

Atalanta:
Patricio; Posch, Hien, Djimsiti; Bellanova, De Roon, Ederson, Zappacosta; Pasalic; De Ketelaere, Retegui

Club Brugge:
Mignolet; Seys, Ordonez, Mechele, De Cuyper; Jashari, Onyedika; Talbi, Vanaken, Tzolis; Jutgla

Prediksi Skor

Prediksi akhir: Atalanta BC 2-1 Club Brugge